Munjalindra.com adalah website yang berisikan kumpulan tips, trik, artikel tentang fotografi, HRD, Keuangan, Bisnis, Gadget, Smartphone, Android, dan Teknologi terkini

05192012Headline:

Dengan Telkomsel Flash bisa berselancar dimana saja

dsc00670.jpgDua hari kemarin aku mendapatkan satu paket Telkomsel Flash berikut Kartu Halo Navigator dari Bang Ali melalui Bang Ewin dan Bang Zein. Paket ini aku terima guna menunjang proses update dan akses ke internetku dari mana saja. Maklum di dunia yang serba cepat ini, maka komunikasi dimana saja sangat dibutuhkan terutama dengan kondisi Jakarta yang selalu macet dimana-mana, maka daripada waktu habis buat mondar-mandir kesana sini, kenapa tidak nongkrong saja di warteg ataupun pojokan stasiun sambil menyalakan laptop dan akses internet melalui GPRS / HSDPA saja.

Kembali lagi ke Telkomsel Flash, kalo saya merujuk kedalam informasi yang ada di websitenya disini :

TELKOMSELFlash adalah layanan internet tanpa kabel (wireless) yang disediakan oleh TELKOMSEL untuk seluruh pelanggannya (kartuHALO, simPATI dan Kartu As). Layanan ini didukung dengan teknologi HSDPA/3G/EDGE/GPRS TELKOMSEL yang dapat menghasilkan kecepatan download sampai dengan 3.2 Mbps.

TELKOMSELFlash menawarkan suatu pengalaman baru dalam melakukan koneksi jaringan internet dengan kecepatan tinggi dan lokasi akses yang dapat dilakukan dimana saja dalam jaringan HSDPA/3G/EDGE/GPRS TELKOMSEL.

TELKOMSELFlash memberikan keuntungan-keuntungan kepada pelanggannya, yaitu :

MUDAH DIKONTROL
Dengan pilihan tarif berbasis waktu (time based) dan penggunaan kartu prabayar (simPATI atau Kartu As), anda bisa lebih mudah mengontrol penggunaan internet dan pengeluaran anda.

FLEKSIBEL
Anda dapat menggunakan & mendaftarkan kartu TELKOMSEL apa saja, baik kartuHALO, simPATi ataupun Kartu As.

KECEPATAN TINGGI
Anda dapat menikmat pengalaman akses internet dengan kecepatan hingga 3.2 Mbps pada jangkauan jaringan HSDPA TELKOMSELFlash.

JANGKAUAN JARINGAN YANG LUAS
Akses internet dimana saja dan kapan saja, dalam jangkauan jaringan 3G/HSDPA TELKOMSEL.

Setelah mendapatkan paket tersebut, maka aku segera coba koneksi TelkomselFlash ini menggunakan Windows XP dan Linux Fedora yang terinstall di laptopku ini.

Windows XP
Di OS buatan Microsoft ini, begitu kita colokkan Telkomsel Flash buatan Huawei ini di port USB, dia langsung keluar autorun proses installasi driver dan aplikasi guna menunjang koneksi HSDPA yang dimilikinya, berikut seting2nya (ternyata didalam Telkomsel Flash ini terdapat semacam flashdisk (storage) dengan kapasitas 7 MB yang berisi file installasi untuk Windows Base). Semuanya tinggal klik next, next dan finish. Kemudian laptop otomatis akan restart untuk meload semua driver yang ada. Begitu Windows telah masuk kembali, kemudian muncul aplikasi Telkomsel Flash, yang nantinya kita tinggal klik tombol “Connect” yang nantinya langsung akan membuka browser default ke halaman depan dari Telkomsel Flash. Pada intinya menggunakan Telkomsel Flash di Windows Family adalah benar-benar “Plug and Play”.

Linux Fedora 8
Setelah sukses melakukan testing di Windows XP, sekarang aku akan mencoba si Telkomsel Flash ini di Linux Fedora yang menjadi OS sehari-hariku. Begitu Telkomsel Flash dicolokin ke port USB, Telkomsel Flash ini dianggap sebagai storage seperti layaknya flashdisk dengan kapasitas 7 MB. Setelah melakukan googling, ternyata harus diset secara manual untuk bisa menggunakan Telkomsel Flash di operasi linux. Berikut ini step by step nya :
1. Buka terminal, kemudian masuk sebagai user root dengan su
2. ketik wvdialconf, yang akan mengcreate file /etc/wvdial.conf dengan setingan default
3. buka dan edit file /etc/wvdial.conf menjadi seperti dibawah ini :

[Dialer Defaults]
Init1 = AT+CPIN=1234
Init2 = AT+CGDCONT=1, “ip” , “flash”
Phone = *99#
ISDN = 0
Modem Type = Analog Modem
Modem = /dev/ttyUSB1
Username = “flash”
Password = “flash”
Stupid Mode = yes
Baud = 460800

4. kemudian ketik wvdial di terminal, yang nantinya keluar pesan seperti dibawah ini

–> WvDial: Internet dialer version 1.60
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
OK
–> Sending: AT+CGDCONT=1, “ip” , “flash”
AT+CGDCONT=1, “ip” , “flash”
OK
–> Modem initialized.
–> Sending: ATDT*99#
–> Waiting for carrier.
ATDT*99#
CONNECT
–> Carrier detected. Starting PPP immediately.
–> Starting pppd at Thu Mar 27 11:48:42 2008
–> Pid of pppd: 10456
–> Using interface ppp0
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> pppd: [10]?[14][08]`?[14][08]
–> Disconnecting at Thu Mar 27 11:49:12 2008
–> The PPP daemon has died: A modem hung up the phone (exit code = 16)
–> man pppd explains pppd error codes in more detail.
–> Try again and look into /var/log/messages and the wvdial and pppd man pages for more information.
–> Auto Reconnect will be attempted in 5 seconds
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
+CME ERROR: operation not allowed
–> Bad init string.
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
+CME ERROR: operation not allowed
–> Bad init string.
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
+CME ERROR: operation not allowed
–> Bad init string.
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
+CME ERROR: operation not allowed
–> Bad init string.
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
+CME ERROR: operation not allowed
–> Bad init string.
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CPIN=1234
AT+CPIN=1234
+CME ERROR: operation not allowed
–> Bad init string.
–> Disconnecting at Thu Mar 27 11:49:18 2008

Ternyata untuk setting di Linux Fedora masih belum sukses dan membutukan sedikit trick-trick yg lainnya. Untuk sementara cukup sampai disini dulu, mo lanjut jagain pasar dulu … sambil searching di google kenapa error itu bisa terjadi. Adakah yang telah berhasil seting Telkomsel Flash di Linux ? sharing infonya donk. :D

Hasil testing yang aku dapatkan adalah di indikator network connection tercatat sedang terhubung kedalam jaringan 3,6 MBps, sedangkan untuk kecepatan rata-rata yang didapat dari hasil testing di speedtest.net adalah 380 KBps. Cukup lumayan dan cepat lah jika dibandingkan dengan koneksi dialup biasa. :D

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Setting Telkomsel Flash di Linux Fedora 8 = Berhasil !!

What Next?

Recent Articles

8 Responses to "Dengan Telkomsel Flash bisa berselancar dimana saja"

  1. suamimalas says:

    cuma kayaknya tarifnya rada mahal ya?

  2. paguman says:

    Mahal Om….lo sih enak yg bayarin org laen.coba bayar diri kerasa dech…nyekik nya, blom bisa setting di fedora ya…wkekekekek trus coba om linux emang kadang2 bikin penasaran n bikin sedikit bikin kita pintar wkakakakak.
    met mencoba bung.

  3. yudhiapr says:

    suamimalas + paguman :

    mahal itu relatif om.
    di telkomsel flash yg aku ambil ini adalah paket yg 100 jam = Rp 400 rb / bln nya.

    kalo dibandingin dengan warung sebelah, apalagi yg volume base, paket ini lebih masuk akal deh. karena kecepatannya stabil, dimana aja (pernah gwe cobain didalam kamar tertutup rapet di daerah cilebut bogor, masih dapet sinyal 3G nya)

    bayangin aja download mp3, ngga siang, ngga malem, kecepatannya stabil, rata2 1 mp3 = 1 – 2 menitan doank.

    jadi telkomsel flash ini cocok buat mereka yg doyan download mendownload. karena kecepatannya bener-bener mak wush .. wush wush ..

    (halah kok gwe jadi promosi telkmosel flash seh :p )

  4. deden says:

    bos cara langganan telkomsel flash gimana? kalo pake kartu simpati pra bayar aturannya bagaimana?

  5. yudhiapr says:

    untuk informasi tarip terbaru, bisa dicek disini om :
    http://www.telkomsel.com/web/product_and_pricing

    kartu simpati ada batasan paket yg bisa digunakan.
    untuk yg aku pakai kemarin, 1 paket (modem huawei + kartu halo navigator perdananya) kena sekitar Rp 2 jt.

    sedangkan paket bulanannya tinggal kita pilih mana yg kita suka.

  6. ekun says:

    mas yudhi.. boleh mnta settingan wvdial.confnya g? soalnya sy pake mdem huawei e220 plus kartuhalo + ubuntu, tp gak konek2 T_T

  7. komar says:

    mas, kalo buat modem D-Link gmn ya settingnya?
    di open-suse 11

    terima kasih


    yudhiapr : maaf saya belum pernah setting dengan menggunakan D-Link. coba searching di forum2 open-suse / linux-wireless.

  8. yunustj says:

    1. Pada fedora, edit /etc/wvdial.conf menjadi sbb:

    ;——–begin—————-
    [Dialer Defaults]
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”flash”
    Username =”
    Password = ”
    Phone = *99#
    Modem Type = USB Modem
    ISDN = 0
    Modem = /dev/ttyUSB0
    Baud = 460800

    [Dialer pin]
    Modem = /dev/ttyUSB0
    Init1 = AT+CPIN=1234
    ;——–begin—————-

    2. Kemudian jalankan perintah berikut sebagai root untuk masukan pin. Pastikan dulu PIN anda benar. (kalo tidak mau repot selalu isi pin, disable PIN via handphone )

    $wvdial pin

    3. untuk buat koneksi jalankan lagi perintah sbb:
    $wvdial

    4. edit /etc/resolv.conf sehingga kira sbb:

    —–begin /etc/resolv.conf——
    nameserver 202.3.208.10
    nameserver 202.3.210.10
    —–end /etc/resolv.conf——-

    nilai primary DNS dan secondary DNS bisa lihat pada tampilan langkah ke 3.

    Pada Username dan Password gunakan 2 buah tanda petik tunggal.

    Kalo mau lebih simple lagi coba pake NetworkManager, cukup isi APN, username dan Password saja. F8 sudah tidak disupport lagi, coba upgrade ke Fedora 10.

Leave a Reply

Submit Comment
*