Pagi ini, seperti biasa aku berangkat berboncengan dengan Ummiku dengan karisma biruku yg dengan setia mengantar jemput hingga ke Stasiun Cilebut. Setelah memarkirkan motor disalah satu penitipan motor yg mulai menjamur disekitar Stasiun Cilebut, kamipun langsung menuju ke peron Stasiun yang kian penuh sesak dengan aneka macam pernak-pernik yang seharusnya tidak ada di areal peron tersebut.
Stasiun Cilebut yang terletak disebelah utara kota Bogor dan sebelah selatan kota BojongGede tepatnya 5 km kearah utara dari Warung Jambu (kebon pedes), atau 10 km kearah selatan dari Pemda Cibinong ini merupakan salah satu stasiun pendukung kota Bogor. Itu semua dikarenakan banyaknya perumahan yang ada disekelilingnya, mulai dari Perumahan Cipto (PWI), Perumahan Cilebut Bumi Pertiwi, Perumahan Taman Sari Persada, Perumahan Cimanggu, hingga berbagai macam perumahan-perumahan yang masih dalam bentuk kavling seperti halnya Pesona Cilebut, Griya Cilebut ataupun yang lainnya.
Maka tidaklah heran, Stasiun Cilebut inipun mempunyai berbagai macam pernak-pernik dimana hampir semua kebutuhan manusia berkumpul ada disana, didalam area yang hanya berukuran 10 x 10 meter ini, peron Stasiun Cilebut pun tak ubahnya sebuah hipermarket yang lengkap. Coba Anda bayangkan sendiri, aneka jenis lapak yg ada dibawah ini bersatu padu dengan harmonis disebuah ruangan berukuran tidak lebih dari 100 meter persegi ini, dan para calon penumpang pun harus berjibaku berkelit kesana sini supaya tidak menginjak kaki ataupun menyenggol barang dagangan orang-orang yang konon dikenakan tarif sewa harian oleh oknum pegawai Stasiun Cilebut itu. ckckckck .. ini loket penjualan tiket KRL ataukah pasar kaget sih ? :p
Apa sajakah pernak-pernik yang ada disekeliling Loket penjualan tiket di Stasiun Cilebut itu ?
- Dealer sepeda motor yang menempati bekas wartel, yang menyediakan fasilitas kredit dengan DP murah meriah
- Penjual kue yang ada disamping loket penjualan yang dengan senyuman khas-nya menjajakan aneka macam jajanan pasar yg dia taruh di etalasenya
- Konter pulsa isi ulang yg ada tepat disamping dealer sepeda motor tadi
- Beberapa pengemis yang dengan setia menengadahkan mangkuk plastiknya tepat dibawah penjual loket utama, salah satunya berada di kursi roda, sedangkan yang lainya adalah nenek-nenek
- Reparasi Arloji jam yang pagi ini sudah mulai bersiap-siap untuk membuka lapaknya tepat diseberang penjual kue tadi
- Penjual Es Dawet dari Banjarnegara, yang mulai membuka lapaknya siang hari menjelang duhur nanti
- Penjual aneka macam sepatu, mulai dari yg berbahan kulit, kain maupun plastik
- Penjual aneka macam gorengan, mulai dari tempe, tahu, bala-bala, cimol, risoles isi bihun, dll
- Satu buah kotak besi yang berdiri dengan kokoh diantara pintu masuk ke arah peron, konon katanya akan dijadikan sebagai loket karcis yang baru
- Aneka macam penjual asongan, mulai dari aneka macam minuman, aneka macam rokok, dan juga aneka macam koran harian / tabloid pun ikut memeriahkan suasana pagi ini
- Tak lupa pula beberapa petugas penjaga pintu masuk yang dengan pakaian gagah berani layaknya seorang tentara berbaris dengan rapi di samping kanan kiri pintu peron layaknya pagar ayu / pagar bagus disebuah acara kondangan manten (pernikahan)
- Dan diluar sana pun terdengar riuh rendah para tukang ojek dan timer angkot yg menawarkan jasanya memperlengkap simfoni pagi ini.
Dari kejauhan aku juga melihat aneka macam lubang yang menganga dengan lebar sepanjang stasiun ini mulai dari pertigaan yang ke arah pesona cilebut yang ada di selatan sana hingga tepat didepan penitipan sepeda motor milih ‘Abah’ yang ada di samping Rumah makan padang disebelah utara sana hampir sepanjang 500 meter aneka lubang yang menganga, mulai dari yang kecil, hingga sampai kedalaman lutut orang dewasa pun ada disana. Kita tinggal memilih akan jatuh disebelah manakah nantinya.
Itulah wajah dari Stasiun Cilebut di pagi hari ini, Jumat 25 April 2008. Empat hari setelah hari lahirnya ibu Kartini, tiga hari setelah hari bumi, dan satu hari sebelum hari lahirnya Sarikata.com, situs Kumpulan Intisari Cerita Indonesia.
Kapankah Stasiun Cilebut benar-benar akan cantik dan mulus layaknya seorang gadis yang cantik dan memukau siapa saja yang melihatnya ?
Pemilihan Langsung Kepala Desa telah berlalu, Pemilihan Langsung Gubernur Jawa Barat pun juga telah usai. Sekarang warga Cilebut dan sekitarnya sedang menyambut Pemilihan Langsung Bupati Bogor, apakah harus menunggu sampai dengan Pemilihan Presiden di tahun 2009 kah ? Apakah janji-janji semasa kampanye dulu akan terealisasikan sampai ke kota Cilebut yang konon kata orang dulunya sebagai tempat “jin buang anak” ini ?
Wallahu’alam bisawab.
Picture tribute to : http://groups.yahoo.com/group/cilebut-city/
Related posts:
stasiun yang lengkap dengan fasilitas…
bicara fasilitas publik, indonesia memang tiada duanya. selalu terdepan dalam hal MENGABAIKAN keselamatan apalagi kenyamanan. i love indonesia
Emang banyak yg udah berubah dari Cilebut…
Keluarga ane udah tujuh turunan didesa yg imut ini…
Tp, walopun banyak yg terjadi..
Ane tetep Cinta Cilebut..
Semoga akan terjadi perubahan yang lebih baik…
^_^
semua ada di stasiun
Maaf ada yang perlu diralat, Perumahan Cipto tidak sama dengan PWI, yang satu adalah Komplek Perumahan RSCM (Cipto) yang satu lagi adalah Kompleks PWI.
makasih pak denny untuk koreksinya.
halo bang..
sama2 orang cilebut nih, saya di BP 2, abang dimana?
jualan boleh2 aja di stasiun, cuma diatur yang tertib disediakan tempat jualan, stasiun yang menyediakan, ditarik juga uang kebersihan, tong sampah, sehingga stasiun rame, tapi bersih dan cantik.
irvan : saya di CBP 1, samping jembatan gantung (masjid al furqon) alias yg rumahnya ada warung JESATU-nya.
monggo mampir2 aja kalo lagi maen ke cilebut ya ..
ario : mereka itu semua ditarikin ‘pajak’ oleh oknum KAI, oleh karena itu mereka lebih berani dan galak daripada petugasnya. karena merasa telah membayar upeti tadi.
dan hebatnya, itu tidak terjadi di tubuh KAI saja, tapi hampir disemua lembaga yang ada di negeri ini.
bener2 negara yang ‘indah’ ya … :p