Pagi ini, di milis alumnus Wikusama (SMK Telkom Sandhy Putra Malang) yang aku ikuti, ada dua buah berita duka cita yang baru bisa aku baca pada siang ini.
Berita pertama datang dari Cak Hilal, kakak kelasku, angkatan ke-2. Dimana Ayahandanya telah berpulang kerahmatullah pada hari sabtu kemarin untuk selama-lamanya, tepat disaat hari pernikahan putra bungsunya. Tawa canda di resepsi pernikahan si bungsu yang seharusnya menjadi kenang-kenangan seumur hidupnya, berubah menjadi tangis duka di saat yang sama. Banyak petuah dan pesan bijak yang telah diterima oleh Cak Hilal dari ayahandanya selama ini, seperti yang ditulisnya disana.
Berita duka yang kedua datang dari adik kelasku angkatan ke-6, yaitu Dik Wahyu HS, yang pada hari Jumat kemarin bersuka cita menyambut kelahiran putranya yang kedua beserta seluruh keluarganya. Tapi, pada hari ini mereka harus merelakan buah hatinya tersebut untuk pergi selama-lamanya dari pelukannya ataupun istrinya. Tawa bahagia yang terjadi beberapa hari yang lalu pun berubah menjadi tangis duka pada hari ini. Akupun seolah-olah ikut merasakan kepedihannya ditinggalkan si buah hati yang belum genap berumur seminggu itu.
Kita sebagai manusia, memang tidak bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi esok hari, lusa ataupun yang akan datang. Jangankan meramalkan apa yang akan terjadi tahun depan, mengetahui apa yang akan terjadi satu detik kedepan dari sekarang pun, tidak ada yang tahu. Apakah kita masih akan diberikan umur panjang pada satu detik kedepan, ataukah saat ini adalah detik terakhir kita menghirup udara di dunia yang fana ini. Tiada yang kekal di dunia ini.
Bergunalah untuk lingkungan sekitar sekarang juga, selagi ada kesempatan !
Untuk Cak Hilal sekeluarga dan Dik Wahyu HS sekeluarga, aku sekeluarga mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya. Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun. Semua itu akan kembali kepada-Nya.
Mugo-mugo sampeyan sak kabeh-e diparingi ketabahan lan kesabaran sing jembar. Amin.
~speechless …
Picture tribute to : http://www.mestergronn.no/images/images_products/Krans_gyldent_stor.jpg
No related posts.
turut berduka, semoga yang pergi mendapatkan tempat yang lebih nyaman danyang ditinggalkan tabah.
pagi ini aku juga mendapat kabar duka, orang yang aku kenal itu sudah pergi juga.
ngeri… tapi harus gimana lagi?
keduax
Trut berduka cita ya … …
Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun
turut berduka cita bwt keluarga2 yg ditinggalkan smoga tabah…
Smoga yang ditinggalkan sabar tabah sehingga damai saat menghadap sang kholiq
Maut adlah rahasia illahi.. Mudah2an qta bisa bermanfaat sebelum ajal menjemput..
ikut berbela sungkawa juga … semoga yang di tinggalkan bisa tabah …
Turut berduka cita Kang…
sesungguhnya pada yang demkian itu terdapat pelajaran bagi mereka yang mau berpikir
moga khusnul khatimah
turut berduka.. angpaunya doa aja ya..
Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun.
walau tak kenal, aku turut berduka. Semuanya pelajaran buat yg hidup bahwa kita adalah fana.
Ada yg datang, ada yg pergi.. Ada yg tertawa, ada yg menangis.. Ada yg tersenyum, ada yg terkatup.. Terkadang semua hanya ilusi yg bs menipu nurani..
ya siapa bisa menebak rahasia Tuhan yang begitu misterius tentang hidup dan kematian..
turut berduka untuk semuanya
turut berduka. smg bahagia hidupnya disana
turut berduka cita ya..semoga tenang disisi Tuhan
turut berduka cita…!
memang tak ada yang kekal didunia. semua akan kembali pada Sang Pencipta..
turut berduka cita mas..
hidup memang penuh selalu penuh kejutan……. jadi, sudah siapkah untuk terkaget-kaget hari ini? besok? lusa? anytime……..