Ada sebuah request dari om nanang yang gantheng disana yang menginginkan tips untuk memotret secara candid, akhirnya kupersembahkan tips candid photography yang biasanya adalah foto jenis portrait (potret) wajah dalam pose yang tidak biasanya dan natural.
Salah satu kelebihan dari seni photography jenis ini adalah human interest dan mood yang berhasil didapatkan secara candid (diam-diam), semakin natural, spontan dan ekspresif foto tersebut, maka semakin tinggi nilai jualnya. Tapi alangkah baiknya Anda melakukan pendekatan secara personal terlebih dahulu sebagai adat sopan santun kita sebelum (sesudah) mengambil foto mereka secara candid jika memungkinkan.
Fotographer candid rata-rata menggunakan lensa zoom tele (jauh) untuk mendapatkan hasil karya mereka. Dengan menggunakan lensa diatas ukuran focal length 70mm misalnya, maka akan diperoleh respon dari obyek lebih natural jika dibandingkan dengan lensa wide (28mm misal). Karena sang fotographer dan obyek yang akan diabadikan terdapat jarak aman serta berada diluar zona privasi dari si obyek.
Hampir sebagian besar paparazzi menggunakan lensa tele super panjang untuk bisa menangkap sasaran obyek yang jauh disana tanpa sepengetahuan mereka secara candid juga. Tapi tolong dibedakan antara foto candid yang diambil oleh paparazi dengan foto candid yang dilakukan secara spontan dan secara terbuka (sepengetahuan obyek).
Bawa selalu kamera Anda dan dalam kondisi siap sedia. Itulah kunci utama untuk bisa mendapatkan foto candid dan momen-momen yang tidak terduga secara spontan. Kamera poket ataupun kamera handphone disini mempunyai nilai lebih jika dibandingkan dengan kamera jenis SLR yang rata-rata berukuran jumbo. Karena kepraktisan didalam hal akomodasi tersebut, maka momen yang terjadi sekilas langsung bisa diabadikan secara instan dengan kamera jenis point and shoot itu.
Matikan flash dari kamera Anda agar tidak mengganggu privasi dari orang tersebut. Pergunakan cahaya alami (dari matahari / sinar lampu yang ada) untuk mendapatkan suasana sesungguhnya dari foto candid Anda.
Pergunakanlah serial-shooting yang ada di kamera Anda jika memungkinkan untuk mendapatkan ekspresi wajah yang tidak terduga dari rentetan sebuah kejadian. Kamera SLR rata-rata mempunyai continous-shoot sebanyak 3 frame keatas dalam satu detiknya. Coba check apakah dikamera Anda mempunyai fasilitas ini, dan pergunakanlah fitur ini untuk hasil yang maksimal.
Carilah posisi yang strategis termasuk posisi latar belakang yang pas untuk foto yang akan Anda ambil secara candid. Hal ini guna mendukung cerita dari foto tersebut. Jika memungkinkan, ikut sertakan pula suasana disekitarnya dalam frame foto Anda.
Jangan lupa untuk mengabadikan orang berikut dengan aktifitas mereka. Foto tukang sapu jalanan akan lebih bercerita ketika dia sedang menyapu trotoar di pinggir jalan, begitu juga halnya foto seorang pengemis yang meminta-minta di perempatan jalan pun akan bercerita lebih jika kita ikut sertakan hiruk pikuk kemacetan lalu lintas disekitarnya. Hal ini akan menambah nilai dari cerita foto tersebut.
Belajarlah untuk memotret pada posisi-posisi sulit dan tidak semestinya, misalnya memotret setinggi pinggang Anda atau memotret melalui balik saku jaket secara cepat dan akurat. Nilai lebih dari foto candid adalah ekspresi dari obyek yang kita abadikan. Semakin natural dan nyaman ekspresi mereka ketika kita ambil gambarnya, maka semakin bagus nilai foto tersebut. Foto yang diambil dari sudut pandang yang tidak wajar ini juga mempunyai nilai tambah lainnya. Berlatihlah terus dengan posisi-posisi sukar lainnya.
Pergunakan frame alami yang ada disekitar kejadian. Bahu orang yang sedang berjalan, cabang ranting pohon, celah dari kursi atau meja. Sehingga seolah-olah kita tidak sedang mengambil foto orang yang kita tuju. Hal ini tentu saja akan lebih mudah jika Anda menggunakan lensa tele yang jauh.
Selamat mencoba, dan semoga tips diatas bermanfaat buat kita semua. Sampai jumpa di tips-tips yang lainnya.
Source : http://digital-photography-school.com/11-tips-for-better-candid-photography
Picture tribute to : http://image.guardian.co.uk/sys-images/Arts/Arts_/gallery/2006/07/26/ShockJillGgallery.jpg
Related posts:

candidnya jangan di kamar mandi orang lho!!!! ngacirrrrr
kog pak budi tau maksud saya…
saya request kan supaya bisa belajar yang gituan… gantian saya nih yang ngacirrrr….!
aku datang membawa tongkat, tongkat ini bukan sembarang tongkat kalau gak ngasi koment keblogmu bisa gawat
lho kq pada mau ke kamar mandi semua nih?????
ah g’ jadi mandi dlu deh
tambah mantap aja ini mas yudhi.
jeprat jepret terus
gambarnya yg diatas… hehhe
wuah detail sekali ya…kalo saya mah asal jepret aja yg penting hidungnya keliatan:lol:
Aku suka memotret dan dipotret. Hehe
ohh itu namanya candid to???
wah aku malah pengen praktek candid yang dilarang sama pak budi.
di kamar mandi
coba hunting ke kebon raya.. entar kasih tahu hasilnya ya
nice info Gan !! ternyata ada trik dan tipsnya…. bukan hanya sekedar “mencuri”.
Mas, masalahnya aku ga punya lensa tele. Jadi, mesti lebih deket sama obyek. Kalo lagi eksperimen untuk foto candid, obyek yang difoto keburu tau/sadar kalo lagi dibidik. Kalo udah kayak gitu, jadinya ga natural lagi. Bahkan, udah ga layak untuk jadi foto candid lagi.
keren mas
artikel yang saya cari-cari nih mas,,
thanks..
tapi sayang euy say belom punya lensa tele,
jadi belom bisa diprakteki deh..hehe
If you are willing to buy a car, you will have to get the home loans. Moreover, my mother always utilizes a secured loan, which occurs to be really useful.