Hari minggu 26 Juli 2009 kemarin, kami sekeluarga berkesempatan untuk menikmati suasana pagi kota Jakarta di Hari Bebas Berkendara yang dilaksanakan setiap hari minggu terakhir setiap bulannya. Acara ini bertepatan dengan acara puncak Agustusan yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat ummi bekerja.
Acara yang menurut jadwal dimulai pukul 06.00 WIB pagi tetapi molor hingga pukul 07.00 WIB dimulai dari Gedung Chase Plaza tanpa perlu disertai pengibaran bendera start layaknya awal lomba MotoGP. Peserta yang telah menunggu sedari pagi pun langsung memulai menyusuri Jalan Jendral Sudirman yang pagi itu telah dipenuhi dengan beraneka ragam sepeda serta pejalan kaki dengan aneka warna seragam dan aksesorisnya.
Dik Pandhu dan Mbak Lia yang pagi ini terlihat bersemangat untuk jalan santai. Mereka begitu takjub dengan aneka macam gedung bertingkat menjulang langit serta lebarnya jalanan ibukota yang dipenuhi oleh kendaraan bermotor di hari-hari biasa, tapi tidak ditemuinya pagi itu.
Sesampai di Bunderan HI, jalanan sedikit terhambat karena pada saat itu bertepatan dengan kegiatan bersepeda yang dilaksanakan oleh salah satu stasiun radio ibukota dan berbagai macam stand serta pameran dari bermacam-macam produk kesehatan hingga suplemen penambah tenaga.
Akhirnya kita sampai di Tugu Monas sekitar pukul 09.00 WIB, yang dilanjut dengan istirahat berikut sarapan pagi yang telah disediakan oleh panitia dan tak lupa foto-foto untuk kenang-kenangan. Tak begitu lama kami lanjutkan dengan mengantri di kaki Tugu Monas untuk menyaksikan pemandangan Kota Jakarta dari puncak monas.
Sekedar catatan, pintu masuk tugu monas saat ini hanya bisa diakses lewat terowongan bawah tanah yang berada di tugu monas sisi depan istana merdeka saja (sisi utara), jadi kalau Anda datang dari sisi sebelah selatan, maka bisa dibayangkan sejauh mana kaki Anda akan melangkah untuk mencapai pintu masuk serta loket penjualan karcisnya.
Untuk bisa mencapai lift yang akan mengangkat ke puncak Monas pun harus rela mengantri sekitar 2 – 3 jam yang dimulai dari depan pintu museum sebelah utara hingga ke pintu lift sebelah selatan. Siapkan uang sekitar 25 ribu rupiah jika rombongan Anda terdiri dari 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, dimana anak-anak diatas 2 tahun sudah dikenai tiket anak-anak penuh.
Memang cukup melelahkan dan menyita banyak waktu, tapi pengalaman berada di puncak monas serta berada begitu dekat dengan ikon ibukota Republik Indonesia ini tidak akan pernah dilupakan oleh anak-anak kita hingga mereka dewasa nanti.
Melihat secara langsung serta merasakan suasananya tidak bisa digantikan dengan melihat video ataupun gambar di majalah / koran ataupun sekedar dongeng sebelum tidur sekalipun. Hal ini terpancar jelas sekali di wajah Mbak Lia dan Dik Pandhu disela-sela tidur nyenyaknya didalam KRL yang membawa kami pulang kembali ke Cilebut sore harinya. Mereka telah mempunyai berjuta cerita dan kenangan yang bisa mereka ceritakan ke teman, sanak saudara ataupun siapa saja.
No related posts.


