Menggunakan Safety Deposit Box harus kaya raya dulu ? Ngga Perlu !

Pengen menggunakan Safety Deposit Box (atau biasa disingkat menjadi Safety Box atau SDB) harus kaya raya dulu ?
Harus punya ratusan lembar saham, obligasi ataupun deposito yang jumlahnya bermilyar-milyar ?
Harus punya minimal dua mobil ?
Harus punya minimal tiga sertifikat rumah ?
Itu semua ngga perlu sobat ! ;)

Aku udah membuktikannya, dengan membuka Account Safety Deposit Box di Bank BRI KCK (Kantor Cabang Khusus) yang berada tepat disampingnya Semanggi (Benhil) Jakarta Selatan sana beberapa hari yang lalu. ;)

Syarat-syaratnya cukup mudah, yaitu (khusus untuk di BRI) :

  1. Harus punya rekening di BRI, bisa Britama, Simpedes, ataupun yang lainnya
  2. Mengisi formulir blanko pembukaan Safety Deposit Box yang sudah disiapkan
  3. Melampirkan foto kopi KTP diri sendiri berikut orang-orang yang diberi hak / kuasa untuk membuka safety box ini, misal suami / istri (untuk perorangan, sedangkan untuk perusahaan ada beberapa syarat tambahan lagi antara lain : fotokopi Akta Pendirian/Anggaran Dasar, Ijin Usaha, NPWP, Dokumen identitas pengurus, serta Surat Kuasa Asli )
  4. Melampirkan pas foto 4 x 6 berwarna terbaru
  5. Membayar materai Rp 6.000,- sebanyak 5 buah ( Rp 30.000,- ) untuk digunakan didalam kontrak
  6. Membayar uang jaminan kunci sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Nantinya akan dikembalikan begitu kita selesai / menutup account SDB kita
  7. Membayar iuran berdasarkan besarnya safety box yang kita sewa, ada beberapa tipe dan ukuran (lihat tabel dibawah), sedangkan yang saya gunakan tadi adalah yang tipe A, cukup untuk menaruh kertas ukuran F4 (legal), besar iuran nya adalah Rp 275.000,- / thn
  8. Mengisi dan menandatangani Surat Perjanjian Sewa Menyewa Safety Deposit Box BRI

YAP. Cukup itu saja syarat-syaratnya, jadi kita ngga ditanya apakah punya deposit bermilyar-milyar, ataupun saldo uang kita berjuta-juta. Besar iurannya pun cukup terjangkau dan murah-meriah, sekitar Rp 1.000,- / hari untuk SDB tipe A di Bank BRI. Cukup worthed khan ??

Trus buat apa kita sewa safety box ? Ngapain ngga kita simpan aja kedalam brankas sendiri, atuapun petty cash yang banyak dijual di toko-toko ATK ? Atau kenapa ngga disimpan dibawah kasur ataupun didalam lemari yang terkunci rapat-rapat saja ?

Ada banyak alasan yang menyebabkan saya memilih fasilitas ini dibandingkan menyimban dokumen / barang berharga di bawah kasur ataupun didalam lemari, alasan itu antara lain :

  1. Keamanan terjamin, karena dijaga 24/7 secara terus menerus dalam ruangan yang benar-benar kuat, kokoh dari gempuran bom nuklir sekalipun (hiperbola dikit … hehehe .. )
  2. Meminimalisasi kerugian akibat bencana alam maupun bencana-bencana tidak terduga lainnya, misal kebakaran, kebanjiran, rumah kemalingan, dll
  3. Menghindarkan niat untuk menggadaikan ataupun menjadikannya sebagai anggunan barang-barang itu untuk berhutang.

Alasan terakhir itulah yang membuat aku berniat untuk menaruh seluruh sertifikat rumah, BPKB, ijasah-ijasah, akte lahir, rapor dan perhiasan-perhiasan, dan beberapa uang cash untuk jaga-jaga kedalam SDB BRI. Sedangkan untuk lembaran deposito dan saham masih belum ada dalam koleksi dokumen-dokumenku untuk saat ini. Mungkin dalam waktu dekat nanti. hehehe … ;)

Berikut ini tabel jenis-jenis ukuran Safety Box yang ada di BRI, semuanya dalam satuan inchi (tinggi x lebar samping x panjang kebelakang) :

Tipe A ukuran 3 x 5 x 24
Tipe B ukuran 3 x 10 x 24
Tipe C ukuran 5 x 10 x 24
Tipe D ukuran 10 x 10 x 24
Tipe E ukuran 15 x 10 x 24

Untuk iuran tahunannya yang tipe A adalah Rp 275.000,- / thn (data 12/2010)
Sedangkan untuk tipe-tipe lainnya belum sempet menanyakan, kemungkinan selisih antara Rp 50.000 – Rp 100.000,- untuk setiap kenaikan tipenya.

Setelah semua proses selesai, lalu kita dibawa masuk kedalam ruangan yang terdiri dari pintu baja setebal satu kilan tanganku (kira-kira 30 cm), masih ditambah lagi dengan teralis dari baja semuanya ! Didalam ruangan itu terdapat ratusan atau mungkin ribuan loker yang tertata rapi dari atas dan bawah, ada beberapa meja dan kursi yang mengelilinginya dan kita pun dibawa ke loker SDB punya kita.

Petugas bank-nya pun menjelaskan cara kerja kunci dari SDB ini, nasabah (kita) akan mendapatkan 2 buah anak “kunci nasabah” yang identik (sama/untuk cadangan kita) dan petugas bank nya mempunyai “kunci master”. Masing-masing SDB hanyak bisa dibuka oleh “kunci nasabah” dan “kunci master” yang dimasukkan secara bersama-sama dan diputar secara bersama-sama pula. Jadi tidak ada satu pihak pun yang bisa membuka SDB ini tanpa sepengetahuan pihak lainnya, baik pihak bank maupun pihak nasabah.

Setelah SDB kita terbuka, lalu petugas bank tersebut mengeluarkan semacam laci / loker dari dalam SDB kita, yang terbuat dari semacam alumunium sebagai tempat kita menyimpan barang-barang ataupun dokumen-dokumen serta perhiasan-perhiasan kita. Lalu diapun meninggalkan kita untuk memasukkan barang-barang yang akan disimpan tersebut keluar ruangan.

Apapun bisa kita simpan disitu, termasuk sendal jepit kita pun bisa ditaruh situ kalau mau. hehehe … Ada satu pengecualian, yaitu kita dilarang untuk menyimpan benda-benda tajam, senjata, narkoba ataupun barang-barang yang dilarang oleh hukum di Republik Indonesia.

Kitapun bisa mengisi ataupun mengambil dari isi SDB kita kapan aja selama jam kerja dari Bank tempat kita gunakan SDBnya, dalam kasus ini di Bank BRI KCK jam kerja dari SDB adalah mulai dari hari Senin – Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Jadi, ngga perlu harus menjadi konglomerat dulu untuk bisa memiliki Safety Deposit Box khan ?? Hanya orang-orang yang concern dan peduli akan keamanan dan masa depan-nya sajalah yang menggunakan SDB ini. Semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat buat yang ingin membuka SDB. ;)

Keyword :

  • safe deposit box bri
  • safe deposit box bca
  • safe deposit box bank bri
  • deposit box bri
  • safe deposit box murah
  • safe deposit box bca jakarta
  • deposit box
  • safety box bca
  • deposit box bca
  • sewa safe deposit box murah

About the author

Yudhi Aprianto Munjalindra is a web developer, research and blogger. He started to know internet since 1999. He start his first site since April 2002 with Sarikata.com domain name. With all knowledge he got from school or internet, he writes articles in IT, Photography, His Family and some other fields and share through this blog.