Munjalindra.com adalah website yang berisikan kumpulan tips, trik, artikel tentang fotografi, HRD, Keuangan, Bisnis, Gadget, Smartphone, Android, dan Teknologi terkini

05192013Headline:

Teliti Lowongan Pekerjaan

Sebagai seorang praktisi HRD, ini beberapa rahasia terkait pemasangan lowongan pekerjaan di media (di milis, by email, iklan di internet atau Koran, pamflet, brosur, televisi/radio dst).

  1. Makin terperinci kualifikasi kandidat yang diinginkan makin dapat dipercaya keabsahan lowongan tersebut
  2. Lihat posisi yang ditawarkan dan cocokkan dengan kualifikasi yang diminta. Bila “nyambung” berarti lowongan ini dapat dipercaya
  3. Mencantumkan alamat email yang representative, hati-hati bila email untuk mengirimkan CV adalah email gratisan
  4. Iklan lowongan ukuran mini yang selalu tampil dengan posisi yang diminta yang itu-itu saja. Iklan ini sudah dimuat minggu lalu, muncul lagi minggu ini dan minggu depan. Biasanya iklan ini untuk menjaring tenaga sales walaupun posisi yang ditawarkan bermacam-macam.
  5. Ada batasan untuk pengiriman CV misalnya dua minggu, satu bulan dst nya

Perhatikan juga hal-hal secara umum berikut ini :

  1. Batasan usia pelamar
  2. Gender (Laki-laki atau perempuan)
  3. Tingkatan Pendidikan yang diminta (S2, S1, D3 atau SMK) dengan IPK tertentu
  4. Jurusan misalnya Teknik Listrik, Sarjana Psikologi dst
  5. Keahlian yang diminta misalnya menguasai ISO 9001, pernah bekerja di Manufaktur dst
  6. Kemampuan bahasa asing : Bahasa Inggris, bahasa Mandarin dst

Hal-hal di atas adalah panduan untuk orang HRD dalam mensortir tumpukan lamaran yang masuk, jadi bila pada iklan mereka tidak  mencantumkan hal-hal tersebut, jangan coba-coba melamar. karena lamaran anda hanya berakhir di tempat sampah.

Sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu ada pengalaman berharga mengenai penipuan berkedok lowongan pekerjaan dengan mencatut nama perusahaan kami. Suatu hari serombongan siswa SMK mengadukan kepada receptionist bahwa mereka telah ditipu dan kehilangan sejumlah uang.

Kronologisnya sebagai berikut :

  1. Seorang pria datang ke sekolah kejuruan tertentu dan bermaksud menjalin kerjasama dengan gurunya. Pria ini menjanjikan ada posisi yang lowong di perusahaan kami dan mempersilakan siswa siswi lulusan untuk melamar. Dia menitipkan alamat dan nomor telepon.
  2. Guru yang tertarik ini (siapa yang tidak terpikat perusahaan terkenal di tempat strategis?) mungkin langsung mengumpulkan lulusannya dan memberi nomor telepon si Bapak tadi.
  3. Pada hari yang telah ditentukan anak-anak tersebut datang ke alamat yang diminta, namun disini anehnya mereka hanya diminta menunggu di lantai dasar (tidak disuruh naik ke lantai tertentu tempat operasional perusahaan).
  4. Para siswa dimintai sejumlah dana untuk proses administrasi dan test psikologi.
  5. Mereka disuruh menunggu sampai si Bapak memanggil untuk proses selanjutnya.

Tentu saja mereka tidak akan pernah dipanggil karena setelah menerima uang si Bapak tersebut langsung menghilang.

Lain-lagi pengalaman rekan HRD ini, dia bercerita kasus penipuan berkedok lowongan dengan modus serupa tapi tak sama. Mangsanya adalah sekolah-sekolah di pinggiran kota dengan iming-iming kerja di pabrik gaji sekian. Yang tertarik dimintai lamarannya dengan sejumlah uang, alasannya uang ini untuk proses administrasi. Yang terjadi uang melayang, lamaran yang ditanyakan ke pihak pabrik tak pernah ada.

Proses pencarian tenaga kerja atau SDM tidak memerlukan dana sepeser pun.
Anda sedang menjual diri untuk mendapat sejumlah dana, bukannya anda mengeluarkan sejumlah dana untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan”.

Jadi tetap waspada dan berhati-hatilah kawan !

Keyword :

  • qualifikasi seorang hrd

What Next?

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>