Ya benar, saya melarang anda berpikiran positif bila pikiran positif itu tidak benar-benar tulus dan holistik. Sering kali kita merasa yakin, diyakinkan, atau asal percaya bahwa kita harus berpikir positif. Menurut berbagai buku dan motivator atau trainer berpikir positif baik bagi diri kita. Yang jarang diungkapkan adalah bahwa berpikir positif itu harus benar-benar tulus dan holistik.
Holistik artinya pikiran sadar maupun bawah sadar saling setuju, sinkron, kongruen dalam berpikir positif.
Sebuah contoh bagian Marketing menetapkan target penjualan meningkat 50% untuk trisemester pertama tahun ini. Pada meeting-meeting Team Marketing tersebut masing-masing individu diyakinkan bahwa mereka dapat mencapai target ini. Bawah sadar mereka dipaksa percaya bahwa mereka bisa. Afirmasi dilakukan setiap hari, kata-kata positif ditempel di tempat yang mudah terlihat, email pemompa semangat dikirimkan dan tak lupa mereka melakukan visualisasi. Namun apa yang terjadi?
Ada bagian dalam diri tiap individu itu menolak. Mereka menganggap target itu terlalu tinggi dan mustahil dicapai karena banyak faktor yang tidak mendukung. Team Leader berkata target sudah ditetapkan, teruslah “percaya” dan positive thinking bahwa team kita bisa mencapai target apapun asalkan kita yakin. Ayo baca lagi buku tentang positive thingkingnya dan dengarkan seminar-seminar motivasinya.
Satu bulan, dua bulan dan akhir trisemester pertama team Marketing ini belum berhasil mencapai target yang ditetapkan. Muncul perasaan tidak enak hati, tidak nyaman. Tapi mereka harus tetap berpikir positif bukan? Ya Bulan-bulan ini belum berhasil, mungkin bulan berikutnya lebih baik. Kegagalan itu sukses yang tertunda, tidak ada namanya kegagalan; yang ada adalah hasil yang tidak kita inginkan dan masih banyak lagi kata-kata mutiara. Coba terus.. pantang menyerah…
Lalu, mengapa berpikir positif justru akan sangat berbahaya bagi diri kita ? Pada kasus di atas, yang terjadi sebenarnya adalah kita, secara tidak sadar, telah mengedukasi pikiran bawah sadar bahwa kita sebenarnya memang tidak kompeten alias gagal. Lho, kok bisa begitu ? Lha, buktinya kita sudah berkali-kali tidak berhasil mencapai target. Pikiran sadar kita dapat kita paksa untuk berpikir positif.
Namun pikiran bawah sadar kita tidak bisa kita bohongi. Setiap kali kita gagal mencapai goal maka pikiran bawah sadar diedukasi dengan suatu pelajaran negatif, “Ternyata memang saya nggak bisa mencapai goal ini”. Dengan mengalami kegagalan beruntun maka efek repetisi terjadi (ingat prinsip pemrograman pikiran). Dan kita, secara bawah sadar, semakin percaya bahwa kita memang tidak mampu.
Jadi, semakin seseorang berusaha untuk positif maka semakin negatif ia jadinya. Mengapa bisa begini ? Karena memori manusia bersifat holographic sehingga mempunyai kemampuan / sifat cross referenced. Artinya, tidak ada memori yang berdiri sendiri. Semuanya saling terkait. Saat kita berusaha positif maka pada saat yang sama pula kita mengaktifkan memori negatif, di bawah sadar. Semakin kita berusaha positif maka semakin kuat efek negatif. Hal ini jarang disadari dan dimengerti orang.
Lalu bagaimana cara berpikir positif yang benar-benar positif ? Ya itu tadi. Pikiran sadar dan bawah sadar harus selaras. Yang harus menjadi landasan pijak adalah apa yang ada di pikiran bawah sadar. Jadi, untuk benar-benar mampu berpikir positif yang positif maka pikiran positif itu harus berawal di pikiran bawah sadar. Bila ini berhasil kita lakukan maka efeknya akan sangat luar biasa. Kita akan dapat dengan sangat mudah mencapai target yang kita inginkan.
Anda pasti bertanya, Ok, kalau begitu bagaimana caranya ??
Ada banyak cara untuk bisa menyelaraskan pikiran sadar dan bawah sadar, untuk bisa membuatnya kongruen. Kita bisa menggunakan NLP, Hypnotherapy (ada sangat banyak teknik), SMC, Visualisasi, Mind Reprogramming dengan bantuan guided imagery, menggunakan musik / audio dengan muatan frekwensi khusus, atau teknik lainnya.
Selamat mencoba kawan …
Keyword :
- menyelaraskan pikiran
- menyelaraskan pikiran sadar dan bawah sadar
- berpikir positif
- tips pikiran bawah sadar
- target yang positif
- target positif
- pikiran positif untuk tidak melarang
- menyelaraskan hati dan pikiran
- kumpulan kata2 poisitif untuk alam bawah sadar
- kumpulan afirmasi positif



saya akan buat artikel “walau dilarang saya suka melakukannya”
saya sangat setuju dengan artikel mas diatas, sangat sesuai dengan realita yang suka dipaksa-paksakan oleh para motivator.
tapi mungkin berfikir positif walau dalam logika tidak mungkin lebih baik daripada berpikir negatif untuk sesuatu yang tidak mungkni dicapai.
setidaknya secara otomatis berpikir positif itu akan menambah daya kerja, problem hasil belakangan
.
kalau logika saya, Yang Maha Kuasa saja bisa meluluhlantahkan 1 pulau dengan aset bertreliunan rupiah dalam hitungan detik, kita sebagai makhluk yang memohon dan bersandar pada dzat yang MahaKuasa, Maha mengabulkan, maka tidak mustahil hanya sebuh target kecil dapat dicapai dalam waktu yg lebih cepat.
ini pandangan saya aj sih mas.
salam kenal
Salam kenal juga mas Willy. Saya yang menulis ttg salah kaprah dlm berpikir positif itu mas, saya sadur dari tulisan Bpk Adi W. Saya prihatin dengan kenyataan dimana2 gaung berpikir positif ini bergema tetapi yang tidak diungkap adalah berpikirlah positif yang tulus dan holistik itu mas.
Memang boleh saja berpikir positif sbg pemompa semangat, daripada malah dikuasai pikiran negatif yang merugikan. Tapi kalau mau ngga buang2 energi kan, lebih baik lagi bila pikiran positif itu terarah untuk meraih goal kan mas
Saya hanya menggarisbwhi berpikir positif yg tulus dan holistik itu dulu mas krn untuk mengupas lebih jauh, saya jg blm mendlmi sampai kesana.
Mungkin ini hanya pengalaman saya saja, bila saya ingin sukses terhadap sesuatu hal dlm hidup ini maka selalu berawal dari “mimpi” tertentu. Tapi saya yakin pd mimpi tsb dan memang tak berapa lama keinginan saya terwujud. Aneh tapi nyata memang. Kurang lebih seperti itulah yg dibahas oleh Bpk Adi W. ttg proses alam bawah sadar diwujudkan dlm alam sadar dan berbuah kesuksesan.
Oke, salam sukses buat mas Willy dan tetap berpikir positif ya
Saya melarang anda berkomentar di blog ini
, salam kenal mas….
Mba Loly, artikelnya bagus. Ini sebagai koreksi atas trend motivasi yang tengah menjamur sekarang ini. Bahkan kita tidak bisa menjamin seorang motivator juga telah melakukan apa yang mereka ucapkan kepada peserta seminar. Soalnya “dipaksa untuk berpikir positif”, sebenarnya pikiran positif itu sendiri apakah berasal dari alam sadar lalu didorong masuk ke alam bawah sadar, atau muncul dengan sendirinya dari alam bawah sadar berdasarkan pengalaman2 empiris lalu naik ke alam sadar?
Thanks ya
Mas Wishnu terimakasih tanggapannya mas. Menarik sekali yang mas ungkapkan “sebenarnya pikiran positif itu sendiri apakah berasal dari alam sadar lalu didorong masuk ke alam bawah sadar, atau muncul dengan sendirinya dari alam bawah sadar berdasarkan pengalaman2 empiris lalu naik ke alam sadar?”
Karena saya juga masih belajar, saya teruskan pertanyaan anda kepada yang berkompeten untuk menjawabnya ya mas.
“Semakin kita berusaha positif maka semakin kuat efek negatif” bnarkah sperti itu mba., pantas saja sya brusaha berfikir positif tapi knapa rasa pikiran negatif terus menghantui..lalu ap yg harus syaa lkukan..? terimakasih
Halo Mbak Maya… sudah berusaha positif tapi malah makin negatif yaa? Hebat, berarti mba Maya sudah menemukan mental block nya! Bersiap-siaplah untuk menghancurkannya dan memulai memrogram pikiran menjadi lebih sukses! Karena keterbatasan ruang comment ini, Yuuk baca lebih lanjut penjelasannya disini http://kiospaktani.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=140
Okay Mba Loly, terima kasih.
Mas Wishnu berikut jawaban untuk anda :
- Anda harus tahu betul apa yang anda inginkan (pikiran)
- Anda harus memiliki perasaan positif (hati)
- Anda harus bertindak ketika kesempatan muncul (tubuh)
- Anda harus mengijinkan dengan ikhlas apapun hasil yang anda terima (jiwa)
- Selalu bersyukur
- Kata kuncinya hati dan pikiran harus nyambung