Anda sedang jenuh dengan rutinitas pekerjaan? Bosan dengan suasana kantor yang terasa monoton? Habis mau bagaimana lagi? inilah pekerjaan terbaik yang bisa saya raih saat ini. Atau anda mempunyai berjuta alasan lain untuk menjawab kejenuhan serta kebosanan itu.
Lupakan dulu semua alasan tadi dan mari kita lakukan analisis diri yang dibuat oleh Paulus Winarto ini :
- Kita menyukai pekerjaan/aktivitas tersebut
- Kita mau melakukannya meski tak dibayar
- Kita merasakan mudah melakukannya sedangkan orang lain merasa sulit
- Semakin sering melakukannya maka semakin baik kita dalam bidang ini
- Kita sering dipuji orang karena melakukannya dengan baik
- Kita selalu bersemangat saat membicarakannya
- Kita selalu bersemangat dan memiliki energi besar saat melakukannya
- Kita sering lupa waktu saat melakukannya
- Kita merasa puas ketika melakukannya
- Kita merasa bangga saat melakukannya
- Kita mudah mempengaruhi orang dalam bidang pekerjaan/aktivitas tersebut
Nah, setelah anda melakukan pekerjaan saat ini tapi tak juga menemui perkembangan setelah bertahun-tahun, bahkan hanya membuat anda semakin stress, berarti itu bukan bidang keunggulan anda. Tapi sering juga bidang keunggulan “dibelokkan” oleh lingkungan, orangtua, keluarga, dll.
Kita mungkin tidak pernah menemukan pekerjaan yang kita sukai, tapi kita bisa melakukan pekerjaan itu dengan rasa suka.
Selamat menemukan potensi diri dan keunggulan anda!
Related posts:
wah, tips itu berlaku untuk orang enterpreneur mas, kalu masih ikut orang gak bisa
Menurut saya analisis diri menurut Paulus Winarto itu bersifat umum yang bertujuan untuk membantu kita mengetahui potensi diri dan bidang keunggulan kita dalam pekerjaan, baik itu bekerja sendiri (enterpreneur) atau ikut orang.
Contohnya : saya bekerja di Perusahaan (ikut orang) di bagian Admin.. saya selalu merasa bosan melihat tumpukan kertas yang harus di file, mengetik laporan sepanjang waktu dll tugas admin tsb. Berbeda bila saya harus bertemu orang banyak dan bercerita kepada mereka tentang hebatnya suatu produk yang saya beli kemarin via internet. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa bosan. Ooo ternyata menurut analisis diri itu saya ngga cocok di Admin, tapi mungkin bisa sukses di bagian Sales atau Marketing. Nah semoga bermanfaat buat mas Willy…
mbak loly,
merasa bosan, penat atau apapun itu memang susah untuk di lupakan.
permasalahan yang saya hadapi sekarang ini adalah PENGAKUAN
kerja sudah maksimal tapi hanya jadi buruh saja. sedikit penghargaan mungkin bisa menghilangkan sedikit rasa penat kerjaan. tapi kenapa banyak bos yang tidak melakukan hal ini.
mungkin gimana ya solusi mengenai hal ini.
Haloo mas Kun Budiharta, pa kabarnya nih?
Iya loh.. menurut kita apa susahnya ya si Bos berkata : Good job! sambil tepuk-tepuk pundak kita setelah kita melakukan pekerjaan dengan sangat baik atau kasih ucapan selamat sambil menjabat tangan kita setelah susah payah yang kita kerjakan.
Ada teman pernah punya Bos begitu. Dia sudah mengerjakan semuanya dengan luarbiasa bagusnya, tepat waktu dan sangat memuaskan semua pihak… paling tidak Bos pasti tersenyum. Tapi apa yang dia dapat?? Elahdalah.. lha kok malah cari-cari kesalahan dan kekurangan dari pekerjaannya tersebut! Gimana dia ngga kesal jadinya.
Dia kemudian mengamati apakah memang begitulah tabiat si Bos pada semua orang, takutnya karena dia newcomer di perusahaan itu maka ada sedikit beda perlakuan. Ternyata benar, tabiat si Bos adalah pelit pujian, jaga image dan merasa tak butuh pada karyawannya.
Apa boleh buat, daripada makan hati terus, dia memilih cepat angkat kaki dari situ.
Jadi mas Kun, pertanyaan anda kenapa banyak bos yang tidak memberi “penghargaan” atau pengakuan atas jerih payah kita bisa jadi karena :
1. bos ini tipe seperti bos diatas, pelit pujian. Dia merasa ngga butuh sama kita, kita buruh yg bisa diganti kapan saja
2. bos pemalu, malu-malu mengakui keberadaan kita tapi berusaha “menggantinya” dengan memberi penilaian/apraisal yg bagus buat kita, atau bentuk perhatian lain yang tidak secara langsung (mengusulkan promosi/mutasi ke HRD, minta kita ditraining untuk menambah knowledge dst)
3. Kita merasa sudah maksimal, tapi Bos merasa belum. Jadi dia tidak mau boros pujian sebelum benar-benar melihat kita sudah mengeluarkan yang terbaik dari diri kita
Pastinya masih banyak alasan-alasan lain yang bisa kita temui dalam kehidupan karena beragamnya tipe manusia yang kita temui.
Saran bagus yang bisa saya berikan : jangan terlalu berharap penghargaan dan pengakuan dari orang lain kepada kita; yang terpenting adalah penghargaan dan pengakuan yang kita timbulkan dari lubuk hati kita sendiri, dan orang terdekat yang memahami diri kita. Berilah hadiah-hadiah kecil manakala kita mencapai kesuksesan tertentu dalam hidup kita sehingga kita makin terpacu untuk menggapai sukses lainnya.
Salam sukses ya mas Kun Budiharta