Munjalindra.com adalah website yang berisikan kumpulan tips, trik, artikel tentang fotografi, HRD, Keuangan, Bisnis, Gadget, Smartphone, Android, dan Teknologi terkini

05212013Headline:

Pendapatan Naik, Pengeluaran ikut Naik ?

Alkisah Budiman (bukan nama sebenarnya) yang baru saja diangkat menjadi Manager. Gajinya meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya 4 juta menjadi 10 juta rupiah.

Berhubung jabatannya sekarang sudah bergengsi, Budiman merasa bahwa dirinya layak menikmati gaya hidup yang lebih mewah. Sepeda motor yang biasa dikendarainya untuk ke kantor mulai dijual, digantikan dengan mobil Kijang baru yang dibeli secara kredit.

Selain itu, Budiman juga sering lunch bareng dengan manajer-manajer lainnya di cafe ataupun restoran. Sudah bukan di foodcourt karyawan biasa. Untuk pakaian, Budiman juga mulai memilih merk-merk yang mahal. Malu donk, masa manager gak pake kemeja bermerk.

Begitulah perubahan gaya hidup yang drastis yang disebabkan oleh kenaikan jabatan. Tanpa sadar, pengeluaran Budiman turut membesar. Bahkan melebihi kenaikan gajinya. Dulunya Budiman dapat hidup pas-pasan dengan gajinya yang 4 juta, sekarang dengan gaji 10 juta pengeluaran Budiman malah 12 juta. Setiap bulan tekor 2 juta.

Namun Budiman tidak khawatir. Dengan pangkatnya yang sekarang, banyak kok bank yang bersedia menawarkan kartu kredit. Dalam waktu singkat Budiman bisa memiliki 5 kartu kredit yang dapat digunakan untuk berbelanja.

Begitulah caranya Budiman membiayai pengeluaran bulanannya yang melebihi gajinya. Tanpa terasa hutangnya terus membengkak. Hingga akhirnya debt collector mulai mengejar-ngejar Budiman. Tidak sanggup membayar cicilan kartu kredit, kata-kata kasar mulai dilontarkan oleh debt collector. Ancaman menyita harga mulai bermunculan.

Akhirnya Budiman mulai menyesal. Mengapa dia harus mengikuti gaya hidup seperti ini? Gaya hidup yang tidak sangup dibayar dengan tingkat pendapatan yang sekarang. Namun menyesal saja sudah tidak cukup, Budiman sudah terpuruk secara finansial.

Pesan Moral: Melek Finansial

Cerpen diatas adalah kisah sehari-hari yang ada disekitar kita. Hal diatas bisa terjadi pada Saya, Anda ataupun kita semuanya. Kita harus selalu melek finansial. Ada saatnya kita semua mengalami kenaikan pendapatan, bisa berupa bonus tambahan, naik pangkat, menang undian, dan lain-lain.

Namun kita harus tetap ingat hukum utama keuangan:
“Pengeluaran harus selalu dibawah pendapatan”

Kita memang perlu memberi reward kepada diri kita karena kenaikan pendapatan. Namun tetap ingat, jangan sampai biaya untuk reward tersebut lebih besar dari jumlah kenaikan pendapatan itu sendiri. Karena pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan akan membawa kita ke arah kebangkrutan finansial.

Selamat berjuang kawans … ;)

Source : Website Keuangan Pribadi

Keyword :

  • biaya mengikuti pendapatan
  • makalah pendapatan dan pengeluaran pada cafe
  • makalah pendapatan dan pengeluaran usaha rumah makan
  • pengeluaran mengikuti pendapatan
  • pengeluaran orang lebih besar dari pendapatan

What Next?

Related Articles

2 comments on “Pendapatan Naik, Pengeluaran ikut Naik ?

  1. ahmad septian on said:

    berdasarkan kisah diatas, yg mungkin saja saat ini sedang kita alami.
    kira2 gimanakah cara untuk ‘terbebas dari lilitan hutang’ yg sudah ya ??
    any idea / tips kah ??

  2. yudhiapr on said:

    @ahmad septian : hanya satu kuncinya, KOMITMEN untuk MELUNASI HUTANG itu.
    dan tidak mengulangi lagi dengan cara ‘gali lubang tutup lubang’. ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>