<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Munjalindra.com &#187; Idea</title>
	<atom:link href="http://munjalindra.com/category/idea/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://munjalindra.com</link>
	<description>Tips, trik, update tentang fotografi, teknologi dan kehidupan sehari-hari - Munjalindra.com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Apr 2013 07:00:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Perubahan lebih efektif dari atas ke bawah</title>
		<link>http://munjalindra.com/2012/09/19/perubahan-lebih-efektif-dari-atas-ke-bawah.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2012/09/19/perubahan-lebih-efektif-dari-atas-ke-bawah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2012 02:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pepatah yang mengatakan &#8220;Lakukan perubahan / perbaikan dari diri sendiri terlebih dahulu sebelum kepada orang lain&#8221;. Pepatah diatas akan lebih sempurna lagi jika ditambahkan dengan pepatah &#8220;Posisi menentukan PRESTASI&#8221;. Apa hubungan antara dua pepatah diatas? Berikut ini adalah sedikit gambaran dan penjelasan keterkaitan antara dua buah pepatah diatas terhadap kehidupan kita sehari-hari, baik [...]<div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>

No related posts.
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1021" title="kotak-kotak" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/kotak-kotak.png" alt="" width="100" height="80" />Ada sebuah pepatah yang mengatakan &#8220;Lakukan perubahan / perbaikan dari diri sendiri terlebih dahulu sebelum kepada orang lain&#8221;.</p>
<p>Pepatah diatas akan lebih sempurna lagi jika ditambahkan dengan pepatah &#8220;Posisi menentukan PRESTASI&#8221;.</p>
<p>Apa hubungan antara dua pepatah diatas? Berikut ini adalah sedikit gambaran dan penjelasan keterkaitan antara dua buah pepatah diatas terhadap kehidupan kita sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, bertetangga, bermasyarakat ataupun bernegara.</p>
<p>Keputusan yang dilakukan oleh satu orang individu yang juga seorang kepala rumah tangga, maka keputusan itu akan efektif dan berlaku juga dalam lingkup keluarga dia, yaitu istri dan anak-anak-nya.</p>
<p>Begitu juga sebuah keputusan yang dilakukan oleh individu yang juga mempunyai posisi Ketua RT di sebuah lingkungan, maka keputusan tersebut akan berlaku terhadap seluruh warga RT tersebut.</p>
<p>Hal ini juga berlaku terhadap individu-individu yang juga berposisi sebagai Ketua RW, Kepala Desa, Bupati, Gubernur hingga pada level tertinggi seorang Kepala Negara / Presiden, maka keputusan &#8216;individu&#8217; yang &#8216;berposisi&#8217; tersebut akan berlaku juga terhadap posisi apa yang dia emban saat itu.</p>
<p>Disinilah hubungan dan keterkaitan antara dua pepatah diatas, yaitu &#8220;Perubahan pada masing-masing individu&#8221; dan juga &#8220;Posisi menentukan prestasi&#8221;.</p>
<p>Semoga dengan perubahan dan pergantian dari pucuk pemimpin yang ada, akan membawa perubahan serta kebaikan untuk seluruh jajaran yang dia pimpin menjadi lebih baik dan lebih efektif lagi.</p>
<p>Pergantian seorang CEO sebuah perusahaan, akan lebih efektif jika dibandingkan pergantian seorang karyawan di perusahaan yang sama. Begitu pula pergantian seorang Gubernur / Presiden. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>contoh surat roya bank</li><li>contoh surat pergantian voucher</li><li>prose bbn sertifikat hak milik terhadap ahli waris</li></ul><div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>
<p>No related posts.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2012/09/19/perubahan-lebih-efektif-dari-atas-ke-bawah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin</title>
		<link>http://munjalindra.com/2011/02/25/perbedaan-kebiasaan-orang-kaya-dan-orang-miskin.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2011/02/25/perbedaan-kebiasaan-orang-kaya-dan-orang-miskin.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 19:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Secara alami apa yang terjadi didunia ini mengikuti hukum alam, yaitu sebab akibat. Kecuali jika ada penetrasi dari luar maka hukum tersebut tidak berlaku. Namun anda harus secara terus menerus memberikan pengaruh dari luar tersebut tanpa henti. Begitu pengaruh dari luar dihilangkan, maka akan kembali mengikuti hukum alam. Begitu pula manusia juga tunduk terhadap hukum [...]<div class='yarpp-related-rss'>

Related posts:<ol>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/12/03/menjadi-orang-paling-kaya-sedunia.html' rel='bookmark' title='Menjadi orang paling KAYA sedunia'>Menjadi orang paling KAYA sedunia</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2010/11/29/kebiasaan-dan-rutinitas-orang-sukses.html' rel='bookmark' title='Kebiasaan dan rutinitas orang Sukses'>Kebiasaan dan rutinitas orang Sukses</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/03/14/orang-bodoh-vs-orang-pintar.html' rel='bookmark' title='Orang Bodoh vs Orang Pintar'>Orang Bodoh vs Orang Pintar</a></li>
</ol>
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>S<img class="alignleft size-medium wp-image-748" title="Jurang Si Kaya Dan Si Miskin" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/02/Jurang-Si-Kaya-Dan-Si-Miskin-200x147.jpg" alt="" width="200" height="147" />ecara alami apa yang terjadi didunia ini mengikuti hukum alam, yaitu sebab akibat. Kecuali jika ada penetrasi dari luar maka hukum tersebut tidak berlaku. Namun anda harus secara terus menerus memberikan pengaruh dari luar tersebut tanpa henti. Begitu pengaruh dari luar dihilangkan, maka akan kembali mengikuti hukum alam.</p>
<p>Begitu pula manusia juga tunduk terhadap hukum alam. Maka apa yang kita tabur, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita lakukan itulah yang akan diterima.</p>
<p>Dengan mengikuti hukum tersebut, kita dapat mempelajari , kenapa seseorang menjadi kaya, sementara yang lain miskin. Setelah diamati ternyata ada <strong>perbedaan perilaku atau kebiasaan </strong>yang menyolok antara orang kaya dan orang miskin. Dan kebiasaan-kebiasaan itulah yang menyebabkan seseorang menjadi kaya. Dengan demikan jika anda melakukan kebiasaan-kebiasan tersebut maka anda berada pada jalur yang benar menuju keberlimpahan harta.</p>
<p>Setidaknya ada 6 kebiasaan yang dilakukan oleh orang kaya yang <strong>tidak dilakukan</strong> oleh orang miskin, yaitu</p>
<p><strong>1. Menunda kenikmatan,</strong><br />
Orang kaya mampu menunda menikmati apa yang mereka peroleh untuk mendapatkan yang lebih besar. Kita sering mendengar bagaimana perjuangan orang non pribumi sehingga mereka mampu menguasai perekonomian kita. Ketika mereka masih dibawah mereka cukup makan bubur seadanya walaupun sebenarnya mereka mampu untuk makan yang lebih mewah. Mereka juga rela hidup dirumah yang sempit, meskipun mereka mampu tinggal dirumah yang lebih besar. Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin membangun atau mengembangkan pendapatan yang lebih besar lagi. Mereka ingin <strong>menjadi kaya</strong> bukan <em>kelihatan kaya</em>. Nanti pada saatnya, baru mereka menikmati apa yang diusahakan selama ini.<br />
Kebiasaan ini berbeda dengan orang pribumi yang kebanyakan miskin. Orang pribumi jika memperoleh penghasilan, bingung ingin segera membelanjakannya. Membeli baju baru, membeli TV yang lebih besar, membeli kendaraan dan lain sebagainya yang sifatnya konsumtip.<br />
Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin segera menikmati apa yang diusahakannya. Atau mereka ingin segera dipandang sebagai orang yang berhasil atau kaya. Namun pada akhirnya kehidupan mereka bukannya terus membaik tetapi sebaliknya justru malah menurun atau mandek. Karena mereka tidak berusaha membangun atau mengembangkan pendapatan dari hasil yang mereka peroleh. Tetapi hasil yang diperoleh habis untuk belanja barang konsumtip untuk memenuhi keiinginannya biar kelihatan kaya.</p>
<p><strong>2. Kerja keras</strong><br />
Orang kaya sanggup dan mampu bekerja keras, karena mereka paham akan hukum alam. <strong>Siapa yang menabur akan menuai.</strong> Siapa yang menabur banyak akan menuai banyak. Dengan demikian siapa yang kerja keras akan mendapatkan hasil yang banyak.<br />
Sementara orang miskin berpikir sebaliknya. Mereka inginnya kerja sedikit tetapi menedapatkan hasil yang besar. Mereka tidak mau diserahi tanggung jawab yang besar, tetapi mereka ingin gajinya terus naik. Meskipun mereka kerja banting tulang memeras keringat, karena mereka kerja kasar, seperti buruh bangunan atau buruh pabrik, mereka bukan kerja keras, namun sebenarnya mereka adalah pemalas. Mereka malas berpikir, malas mengembangkan kariernya dan malas menerima tanggungjawab yang lebih besar. Akhirnya mereka menerima kariernya mandek. Jika ada orang mempertanyakan tentang sikapnya itu mereka menyalahkan pihak lain.</p>
<p><strong>3. Hemat</strong><br />
Orang kaya itu hemat, sementara orang miskin itu boros. Kelihatanya pernyataan kurang tepat. Namun begitulah kebenarannya. Orang dikatakan boros apabila sebagain besar atau seluruh penghasilannya habis dibelanjakan. Jika seseorang mempunyai penghasilan Rp. 1.000.000, perbulan dan semuanya habis dibelanjakan maka dia itu dikatakan boros. Sebaliknya jika seseorang mempunyai penghasilan 10 milyar perbulan lalu mereka membeli BMW seharga 1,5 Milyar, dia tidak dikatakan boros. Walaupun yang dibelanjakan nilainya besar namun pendapatannya jauh lebih besar.<br />
Orang kaya dalam membelanjakan uangnya, selalu dikaitkan dengan segi manfaat dan keuntungan. Semantara orang miskin mementingkan gengsi.</p>
<p><strong>4. Tidak mudah merasa puas.</strong><br />
Ada perbedaan antara merasa puas dan bersyukur. Merasa puas terkesan akan mandek dan tidak mau berusaha lagi. Sementara bersyukur, terkesan menerima hasil yang diperoleh dengan senang hati, namun tetap berusaha , bekerja dan berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar lagi.<br />
Kadang pemahaman kita salah, orang kaya itu rakus dan serakah dan orang miskin itu menerima dan mengalah. Apa benar demikian?</p>
<p><strong>5. Menghargai uang sekecil apapun.</strong><br />
Sepintas kebiasaan yang kelima ini sama dengan hemat atau kebiasaan ketiga. Tetapi sebenarnya berbeda. Perbedaannya adalah hemat berkaitan dengan pengeluaran uang sedangkan menghargai uang sekecil apapun, berkaiatan dengan pendapatan.<br />
Orang miskin perpendapat buat apa uang satu rupiah atau dua rupiah, bikin capek saja. Namun orang kaya berpendapat, jika uang seperak dikalikan 1 juta maka akan jadi besar. Atau uang Rp 9.999 tidak dikatakan Rp 10.000, walau kurang 1 rupiah saja.</p>
<p><strong>6. Tidak malu, kerja apapun akan dikerjakan tidak pilih-pilih</strong><br />
Orang kaya tidak mengenal malu mengerjakan sesuatu jika itu baik, halal dan mengahasilkan. Namun orang miskin, pilih-pilih dan mengutamakan gengsi. Karena itu kebanyakan orang miskin itu bekerja. Mereka pikir bekerja itu lebih terhormat apalagi jika memiliki jabatan. Saya mempunyai teman seorang mantan direktur suatu perusahaan. Karena perusahaannya bangkrut maka terkena PHK. Karena usianya sudah cukup berumur maka dia mengalami kesulitan mencari kerja ditempat lain. Akhirnya memutuskan untuk usaha sendiri. Walaupun usahanya cukup lumayan, tetapi dia tidak merasa puas, apalagi jika ditanya anaknya. “ Bapak ini kerja apa sih dan jabatanya apasih. Kok dirumah terus ?” Hatinya terasa teriris-iris.</p>
<p><strong>Nah kira-kira kita termasuk si kaya atau si miskin?</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><em>Copy-paste from : http://squeelink.wordpress.com/2010/05/25/perbedaan-6-kebiasaan-orang-kaya-dan-orang-miskin/</em></p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>Perbedaan antara Penduduk Miskin dan Bukan Penduduk Miskin</li><li>perbedaan kaya dan miskin</li><li>perbedaan penduduk miskin dan bukan penduduk miskin</li><li>perbedaan jarak antara orang kaya dan orang miskin disebut</li><li>perbedaan karakter orang kaya dan miskin</li><li>Perbedaan jarak antara orang kaya dan orang miskin</li><li>orang kaya itu kerjanya apa si</li><li>perbedaan penduduk miskin dan bukan miskin</li><li>miskin tapi gengsi</li><li>ingin kelihatan kaya</li></ul><div class='yarpp-related-rss'>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/12/03/menjadi-orang-paling-kaya-sedunia.html' rel='bookmark' title='Menjadi orang paling KAYA sedunia'>Menjadi orang paling KAYA sedunia</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2010/11/29/kebiasaan-dan-rutinitas-orang-sukses.html' rel='bookmark' title='Kebiasaan dan rutinitas orang Sukses'>Kebiasaan dan rutinitas orang Sukses</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/03/14/orang-bodoh-vs-orang-pintar.html' rel='bookmark' title='Orang Bodoh vs Orang Pintar'>Orang Bodoh vs Orang Pintar</a></li>
</ol></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2011/02/25/perbedaan-kebiasaan-orang-kaya-dan-orang-miskin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendapatan Naik, Pengeluaran ikut Naik ?</title>
		<link>http://munjalindra.com/2011/02/24/pendapatan-naik-pengeluaran-ikut-naik.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2011/02/24/pendapatan-naik-pengeluaran-ikut-naik.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 22:37:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[debt collector]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[melek]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[terlilit]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah Budiman (bukan nama sebenarnya) yang baru saja diangkat menjadi Manager. Gajinya meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya 4 juta menjadi 10 juta rupiah. Berhubung jabatannya sekarang sudah bergengsi, Budiman merasa bahwa dirinya layak menikmati gaya hidup yang lebih mewah. Sepeda motor yang biasa dikendarainya untuk ke kantor mulai dijual, digantikan dengan mobil [...]<div class='yarpp-related-rss'>

Related posts:<ol>
<li><a href='http://munjalindra.com/2011/02/25/perbedaan-kebiasaan-orang-kaya-dan-orang-miskin.html' rel='bookmark' title='Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin'>Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin</a></li>
</ol>
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/02/debt.gif"><img class="alignleft size-large wp-image-741" style="margin: 5px;" title="debt" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/02/debt-296x400.gif" alt="" width="296" height="400" /></a>Alkisah Budiman (bukan nama sebenarnya) yang baru saja diangkat menjadi Manager. Gajinya meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya 4 juta menjadi 10 juta rupiah.</p>
<p>Berhubung jabatannya sekarang sudah bergengsi, Budiman merasa bahwa dirinya layak menikmati gaya hidup yang lebih mewah. Sepeda motor yang biasa dikendarainya untuk ke kantor mulai dijual, digantikan dengan mobil Kijang baru yang dibeli secara kredit.</p>
<p>Selain itu, Budiman juga sering lunch bareng dengan manajer-manajer lainnya di cafe ataupun restoran. Sudah bukan di foodcourt karyawan biasa. Untuk pakaian, Budiman juga mulai memilih merk-merk yang mahal. Malu donk, masa manager gak pake kemeja bermerk.</p>
<p>Begitulah perubahan gaya hidup yang drastis yang disebabkan oleh kenaikan jabatan. Tanpa sadar, pengeluaran Budiman turut membesar. Bahkan melebihi kenaikan gajinya. Dulunya Budiman dapat hidup pas-pasan dengan gajinya yang 4 juta, sekarang dengan gaji 10 juta pengeluaran Budiman malah 12 juta. Setiap bulan tekor 2 juta.</p>
<p>Namun Budiman tidak khawatir. Dengan pangkatnya yang sekarang, banyak kok bank yang bersedia menawarkan kartu kredit. Dalam waktu singkat Budiman bisa memiliki 5 kartu kredit yang dapat digunakan untuk berbelanja.</p>
<p>Begitulah caranya Budiman membiayai pengeluaran bulanannya yang melebihi gajinya. Tanpa terasa hutangnya terus membengkak. Hingga akhirnya debt collector mulai mengejar-ngejar Budiman. Tidak sanggup membayar cicilan kartu kredit, kata-kata kasar mulai dilontarkan oleh debt collector. Ancaman menyita harga mulai bermunculan.</p>
<p>Akhirnya Budiman mulai menyesal. Mengapa dia harus mengikuti gaya hidup seperti ini? Gaya hidup yang tidak sangup dibayar dengan tingkat pendapatan yang sekarang. Namun menyesal saja sudah tidak cukup, Budiman sudah terpuruk secara finansial.</p>
<p><strong>Pesan Moral: Melek Finansial</strong></p>
<p>Cerpen diatas adalah kisah sehari-hari yang ada disekitar kita. Hal diatas bisa terjadi pada Saya, Anda ataupun kita semuanya. Kita harus selalu melek finansial. Ada saatnya kita semua mengalami kenaikan pendapatan, bisa berupa bonus tambahan, naik pangkat, menang undian, dan lain-lain.</p>
<p>Namun kita harus tetap ingat hukum utama keuangan:<br />
<em>“Pengeluaran harus selalu dibawah pendapatan”</em></p>
<p>Kita memang perlu memberi reward kepada diri kita karena kenaikan pendapatan. Namun tetap ingat, jangan sampai biaya untuk reward tersebut lebih besar dari jumlah kenaikan pendapatan itu sendiri. Karena pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan akan membawa kita ke arah kebangkrutan finansial.</p>
<p>Selamat berjuang kawans &#8230; <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Source : Website Keuangan Pribadi</em></p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>biaya mengikuti pendapatan</li><li>makalah pendapatan dan pengeluaran pada cafe</li><li>makalah pendapatan dan pengeluaran usaha rumah makan</li><li>pengeluaran mengikuti pendapatan</li><li>pengeluaran orang lebih besar dari pendapatan</li></ul><div class='yarpp-related-rss'>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://munjalindra.com/2011/02/25/perbedaan-kebiasaan-orang-kaya-dan-orang-miskin.html' rel='bookmark' title='Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin'>Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin</a></li>
</ol></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2011/02/24/pendapatan-naik-pengeluaran-ikut-naik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a yang ku panjatkan setiap saat</title>
		<link>http://munjalindra.com/2011/01/25/doa-yang-ku-panjatkan-setiap-saat.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2011/01/25/doa-yang-ku-panjatkan-setiap-saat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 06:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[dikabulkan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini petikan dari do&#8217;a yang aku panjatkan setiap saat, terutama dikala malam hari dimana hening sunyi menyelimuti hati. Z2FGAAAJ855V Aku berdoa agar diberikan kekuatan Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya. Aku berdoa agar diberikan kecerdasan Namun, Allah memberikanku otak [...]<div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>

No related posts.
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/01/doa-1.jpg"><img class="size-full wp-image-716 alignright" title="doa-1" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/01/doa-1.jpg" alt="" width="260" height="320" /></a>Berikut ini petikan dari do&#8217;a yang aku panjatkan setiap saat, terutama dikala malam hari dimana hening sunyi menyelimuti hati.<span style="color: #ffffff;"> Z2FGAAAJ855V</span></p>
<p>Aku berdoa agar diberikan kekuatan<br />
Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.</p>
<p>Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan<br />
Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.</p>
<p>Aku berdoa agar diberikan kecerdasan<br />
Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.</p>
<p>Aku berdoa agar diberikan keberanian<br />
Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya</p>
<p>Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang<br />
Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.</p>
<p>Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan<br />
Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.</p>
<p>Allah selalu memberikan yang TERBAIK, BAROKAH dan BUTUHKAN untuk ku selama ini, bukan segala hal yang aku inginkan. Alhamdulllah &#8230; <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Picture from : http://4.bp.blogspot.com/_-Unk5UZGdTA/SxMzV_577xI/AAAAAAAAAKY/yP2r1JH3pI8/s320/doa-1.jpg</em></p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>gambar orang berdoa</li><li>orang berdoa</li><li>foto orang berdoa</li><li>gambar doa</li><li>doa malam hari</li><li>gambar orang lagi berdoa</li><li>doa ku hari ini</li><li>gambar berdoa</li><li>keinginan</li><li>gambar orang doa</li></ul><div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>
<p>No related posts.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2011/01/25/doa-yang-ku-panjatkan-setiap-saat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus SIM di Polsek Bogor cukup gampang sekarang</title>
		<link>http://munjalindra.com/2011/01/25/mengurus-sim-di-polsek-bogor.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2011/01/25/mengurus-sim-di-polsek-bogor.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 03:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>loly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[calo]]></category>
		<category><![CDATA[polres]]></category>
		<category><![CDATA[praktek]]></category>
		<category><![CDATA[sim c]]></category>
		<category><![CDATA[test]]></category>
		<category><![CDATA[tulis]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak “sedikit terpaksa” malas rasanya harus mengurus SIM. Bayangkan dari kelas 3 SD sudah bisa bawa sepeda motor (dengan paman yang siap-siap bila harus berhenti, maklum kaki belum sampai ke tanah) kemudian kelas satu SMA sudah belajar menyetir mobil, tapi tidak pernah diminta membuat SIM. Susah juga jadi anak “Pejabat”, bila kena tilang mereka [...]<div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>

No related posts.
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/01/polres.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-711" title="polres" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/01/polres.jpg" alt="" width="285" height="285" /></a>Kalau tidak “sedikit terpaksa” malas rasanya harus mengurus SIM. Bayangkan dari kelas 3 SD sudah bisa bawa sepeda motor (dengan paman yang siap-siap bila harus berhenti, maklum kaki belum sampai ke tanah) kemudian kelas satu SMA sudah belajar menyetir mobil, tapi tidak pernah diminta membuat SIM.</p>
<p>Susah juga jadi anak “Pejabat”, bila kena tilang mereka melongok ke Nopol dan langsung manggut-manggut sendiri sembari berkata : ”Hati-hati ya Dik, lain kali jangan diulangi!” dan saya dilepas begitu saja….. <em>(walahhh… saya tidak meminta perlakuan khusus seperti itu lho Pak..).</em><br />
Dengan diantar suami, akhirnya mau juga saya menjejakkan kaki di kantor Polsek Bogor. Baru pukul 08.30 WIB tapi antrian yang mengurus SIM sudah mengular. Saya mengambil Map kosong dulu di loket (map disediakan gratis), selanjutnya saya ke tempat pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Jangan lupa mengambil nomor urut (saya dapat nomor 47 padahal masih pagi loh). Siapkan satu lembar fotocopy KTP dan uang Rp 15.000,00. Dimasukkan ke dalam Map kosong tadi. Begitu nomor 47 dipanggil, saya masuk langsung ditimbang berat badan dan diukur tinggi badan. Di meja terdapat 3 kartu untuk test buta warna, anda tinggal menyebutkan angka apa yang terlihat pada masing-masing kartu lalu petugas mengambil map anda dan menyertakan form hasil test kesehatan.<br />
Selanjutnya saya ke bagian ujian praktek. Map saya serahkan kepada petugas dan duduk lagi sambil menunggu giliran dipanggil ujian praktek. Petugas menjelaskan tata cara ujian praktek sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Ada 3 jenis motor yang disediakan yaitu motor besar, motor Honda Revo dan motor matic Mio</li>
<li>Jalur pertama adalah jalur lurus sempit, kemudian zig zag dan terakhir jalur 8 melingkar dua kali</li>
<li>Tidak boleh ada kesalahan dalam melintasi jalur serta kaki tidak boleh diturunkan; bagi peserta uji laki-laki kesempatan hanya satu kali, bila kaki diturunkan langsung gugur. Sedangkan bagi peserta uji perempuan diberi kesempatan sampai 3 kali.</li>
<li>Petugas memperagakan ujian praktek dengan mengendarai motor Revo, kelihatannya mudah hehe… tapi menurut pengalaman Petugas hanya 20% yang bisa langsung lulus ujian praktek ini.</li>
</ol>
<p>Memang tidak semudah seperti terlihat ketika peserta menjajal sendiri kemampuannya di lapangan. Beberapa lulus, beberapa gagal dan yang membuat nyali ciut belum satu pun peserta perempuan ada yang lulus walau diberi 3 kesempatan mengulang. Jalur zig zag adalah yang tersulit sepanjang pengamatan saya. Hal ini membuat saya teringat komentar seorang ibu di blog nya, menurut si ibu apa untungnya jalur zig zag ini, memangnya kita mau disuruh konser sirkus, hehehe..<br />
Ups.. terlalu asyik mengingat blog itu membuat saya hampir tak memperhatikan ketika nama saya dipanggil Petugas. Saya diberi nomor peserta berwarna hijau yang harus dikalungkan sebelum mulai ujian. Saya memilih Honda Revo dan pelan-pelan meluncur di jalur lurus dengan gigi dua. Aman.</p>
<p>Saya berhenti sebentar untuk bersiap di jalur zig zag. Menarik napas dan mulai meluncur. Waduuhhh… pada belokan kedua saya merasa oleng, terlalu pelan sehingga otomatis kaki turun. Wah.. mengulang lagi deh. Saya juga melihat Petugas memberi tanda agar saya mengulang dari awal di jalur zig zag. Saya bersiap lagi kali ini sambil menenangkan pikiran. Oke meluncur lagi.. pelan, belok, agak digas, belok lagi terus seperti itu hingga akhirnya ujung jalur zig zag bisa saya lampaui. Aman.</p>
<p>Tinggal jalur 8 yang menurut saya mudah. Hupsss…. Alhamdulillah saya peserta wanita pertama yang lulus ujian praktek hari ini… yihaa..<br />
Map saya ditulisi LULUS oleh petugas dilengkapi form ujian praktek dan test kesehatan, saya diminta menunggu di Loket 3 untuk mengikuti Ujian Teori. Di depan loket pengantri sudah banyak sekali, ternyata mereka ada yang “remedy” atau peserta yang mengulang karena tidak lulus ujian teori sebelumnya.</p>
<p>Ada yang sudah 3 kali ujian. Saya menciut lagi, apakah sulit ya soal-soalnya? Saya mendengarkan suami yang sudah pernah ujian seperti ini, juga mengingat-ingat pelajaran tentang rambu-rambu semalam.</p>
<p>Nama saya dipanggil lagi setelah menunggu sekitar 40 menitan. Saya menuju ruang ujian teori dimana tersedia 40 kursi bernomor. Bila ingin mengambil SIM A maka pilihlah duduk di sebelah kiri dan nomor kursi A. Bila ingin mengambil selain SIM A, pilih duduk di sebelah kanan dan nomor kursi B.</p>
<p>Saya duduk di kursi 18 B. Tersedia 4 tombol di kursi dengan label A, B, C dan Reset. Waktu disediakan 30 menit untuk menjawab 30 soal. (Contoh soal-soal bisa dicari di google). Soal ujian terbagi menjadi 2 layar, layar kiri untuk ujian SIM A dan layar kanan untuk ujian SIM C. Awal berjalan lancar, saya menjawab dengan baik, namun dipertengahan saya cukup terganggu dengan peserta di belakang saya.</p>
<p>Berkali-kali handphone si Bapak berbunyi. Entah pada dering keberapa, baru dijawab sambil berbisik “Saya lagi ujian”.. Waktu ujian usai, dengan kesal saya menengok tapi Petugas sudah menegur duluan “Lain kali handphonenya dimatikan saja Pak, mengganggu yang lain”.</p>
<p>Saya mengiyakan dalam hati. Hasil ujian langsung kelihatan di layar, dan …………. Nilai ujian saya hanya 50… Dari 40 orang peserta hanya 4 yang lulus. Batas lulus adalah 60. Terpaksa mengulang 2 minggu lagi. Saya diberi secarik kertas untuk dibawa sebagai bukti.<br />
Ujian remedy kedua, saya mendapat nilai 90.. yess.. lulus. Soalnya menurut saya lebih mudah dibanding ujian teori yang pertama. Namun tetap saja yang lulus minim, yang satu ruang dengan saya hanya 7 orang yang lulus. Saya tinggal mengisi form dengan nama, alamat, tanggal lahir dan seterusnya, lalu ke loket 1 untuk membayar.</p>
<p>Aturan per 2011 ini untuk SIM C baru membayar Rp 100.000,00 sedangkan perpanjangnya membayar Rp 75.000,00. Untuk SIM A (SIM B dst) baru membayar Rp 120.000,00 sedangkan perpanjang membayar Rp 80.000,00.<br />
Setelah mendapat bukti pembayaran, form dan map saya antar ke loket 4 tempat memasukkan data. Saya difoto dan diambil sidik jari serta tanda tangan. Selesai. SIM C saya keluar tepat pada tanggal 11-1-11. Pada saat akan mengambil SIM C yang sudah dicetak, anda bisa mengatakan <strong>tidak ikut asuransi</strong> dan tidak perlu lagi membayar Rp 30.000,00 untuk asuransi.</p>
<p>Ngga perlu pake calo khan ?? Selamat mencoba dan semoga berhasil &#8230; <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>bikin sim di bogor</li><li>buat sim bogor</li><li>sim bogor</li><li>pembuatan sim bogor</li><li>soal ujian teori sim c bogor</li><li>tempat pembuatan sim di bogor</li><li>bikin sim bogor</li><li>calo sim bogor</li><li>membuat sim di bogor</li><li>pembuatan sim di bogor</li></ul><div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>
<p>No related posts.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2011/01/25/mengurus-sim-di-polsek-bogor.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Surat Roya dan &#8216;meroyakan&#8217; Sertifikat Rumah Anda</title>
		<link>http://munjalindra.com/2011/01/19/pentingnya-surat-roya-dan-meroyakan-sertifikat-rumah-anda.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2011/01/19/pentingnya-surat-roya-dan-meroyakan-sertifikat-rumah-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 19:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[biro jasa]]></category>
		<category><![CDATA[bpn]]></category>
		<category><![CDATA[calo]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikat]]></category>
		<category><![CDATA[surat roya]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.munjalindra.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Surat Roya, Saat tibanya pelunasan suatu kredit (hutang) kita terhadap KPR rumah tinggal kita merupakan saat-saat paling bahagia dan menyenangkan. Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun mengangsur hutang pinjaman berikut bunganya dari penghasilan / pemotongan gaji setiap bulannya, sekarang saatnya untuk &#8216;lepas dan bebas&#8217; akan semua tanggungan dan segera memiliki &#8216;seutuhnya&#8217; rumah tempat tinggal kita ini. Tapi [...]<div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>

No related posts.
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="/wp-content/uploads/2011/01/bpn.gif"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="bpn" src="/wp-content/uploads/2011/01/bpn-176x200.gif" alt="" width="176" height="200" /></a>Surat Roya, Saat tibanya pelunasan suatu kredit (hutang) kita terhadap KPR rumah tinggal kita merupakan saat-saat paling bahagia dan menyenangkan. Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun mengangsur hutang pinjaman berikut bunganya dari penghasilan / pemotongan gaji setiap bulannya, sekarang saatnya untuk &#8216;lepas dan bebas&#8217; akan semua tanggungan dan segera memiliki &#8216;seutuhnya&#8217; rumah tempat tinggal kita ini.</p>
<p>Tapi jangan keburu senang dahulu kawan, karena masih ada beberapa hal yang kadang-kadang terlupakan ataupun terlewatkan oleh PRB (Pemilik Rumah Baru) ini yang luput dari perhatian, tidak menutup kemungkinan juga Para Pemilik Rumah Lama pun jarang yang mengetahui hal ini, kecuali mereka pernah mengalaminya ataupun membaca artikel ini tentunya. Hehehe .. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut ini dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan sebelum mengurus Roya ke Badan Pertanahan Nasional setempat :</p>
<ol>
<li><strong>Asli </strong>sertifikat atas tanah (dan bangunan jika ada), misal SHGB atau SHM &#8211;&gt; sudah atas nama anda sendiri</li>
<li><strong>Asli </strong>sertifikat hak tanggungan (sehubungan dengan adanya APHT atas sertifikat tanah anda)</li>
<li><strong>Salinan </strong>Akta Jual Beli (AJB) atas kavling (dan bangunan)</li>
<li><strong>Asli </strong>Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)</li>
<li><strong>Asli </strong>peta situasi</li>
<li><strong>Asli </strong>blue print denah/konstruksi bangunan</li>
<li><strong>Surat Keterangan Lunas</strong> dari Bank pemberi Kredit KPR</li>
<li><strong>Surat Pengantar Roya</strong> dari Bank pemberi Kredit KPR</li>
</ol>
<p><strong>Catatan :<br />
</strong>Semua dokumen diatas akan Anda dapatkan dari Bank pemberi KPR begitu hutang telah LUNAS. Jadi bisa juga dijadikan sebagai check list dokumen-dokumen yang harus Anda terima saat pelunasan KPR, jangan sampai ada yang tertinggal / terlupakan. Ada istilah didalam bank : setelah meninggalkan loket, maka semua transaksi telah dianggap selesai khan ? jadi WASPADALAH ! <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah <strong>semua dokumen disiapkan dari rumah</strong>, jangan lupa untuk menyiapkan masing-masing <strong>fotocopy-nya satu kali</strong>. Sekedar untuk jaga-jaga semisalnya nanti ditanya / diminta copy nya sewaktu di BPN.</p>
<p>Begitu <strong>sampai di BPN</strong> tempat rumah anda berdomisili, <strong>tempat pertama yang harus Anda tuju adalah koperasi </strong>nya, yaitu untuk membeli map dan syarat-syarat apa saja yang harus dilampirkan didalam map tersebut. Anda cukup mengatakan &#8220;Beli map untuk Roya rumah&#8221;, petugas koperasinya pun sudah tahu map warna apa yang akan Anda peroleh. Harga map Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah)  dan didalamnya ada yang hanya berupa map-nya saja atau ada lembaran fotocopy apa saja dokumen-dokumen yang harus dimasukkan.</p>
<p>Setelah <strong>semua dokumen dimasukkan kedalam map khusus</strong> dari BPN tadi, silahkan Anda masuk ke bagian dalam / loket pendaftaran Roya didalam gedung BPN, usahakan Anda datang sepagi mungkin, BPN sudah buka mulai pukul 08.00 WIB (berdasarkan pengalaman di BPN Kab. Bogor), untuk menghindari antrian ataupun tumpukan berkas yang entah dari mana datangnya tiba-tiba sudah ada di meja petugas loket tersebut padahal di depan loket tidak ada siapa-siapa yang mengantri selain kita (kita berpikir positif saja mungkin saja itu dari biro jasa rekanan petugas tersebut).</p>
<p>Setelah kita mendaftarkan pengurusan Roya, nanti kita akan <strong>mendapatkan kwitansi untuk pembayaran pengurusan Roya </strong>ini. Silahkan Anda bayar ke bagian kasir / bank yang ditunjuk yg masih ada di dalam kompleks / ruangan BPN tersebut. Pengalaman saya untuk pengurusan Roya di kabupaten Bogor pada tahun 2010 kemarin <strong>dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,-</strong> (lima puluh ribu rupiah).</p>
<p>Setelah selesai pembayaran di kasir / bank, silahkan <strong>serahkan bukti pembayaran </strong>tersebut ke petugas dibagian kita mendaftarkan Roya tadi, dan silahkan menunggu barang sejenak (sekitar 1 hingga 2 jam berdasarkan pengalaman kemarin).</p>
<p>Nanti petugas akan memanggil Anda dan menyerahkan<strong> surat tanda terima dan surat untuk mengambil sertifikat</strong> Anda <strong>2 (dua) minggu</strong> setelah hari Anda mengurus itu. Sepertinya dibutuhkan waktu cukup lama untuk memproses dan mencari dokumen-dokumen kita yang ada di gudang antah berantahnya BPN sana. Proses pada hari ini telah selesai, silahkan Anda untuk pulang. Ingat surat pengambilan sertifikat yang ASLI harus disimpan dengan baik dan dibawa 2 minggu yang akan datang.</p>
<p><strong>Setelah 2 minggu</strong>, silahkan Anda datang kembali ke BPN tempat Anda mengurus surat Roya kemarin, dan serahkan kepada petugas dibagian pengurusan Surat Roya untuk pengambilan sertifikat Anda. Tidak begitu lama Sertifikat Rumah / tanah Anda akan diserahkan kepada Anda, kemudian <strong>cek ricek kembali dibagian dalam sertifikat</strong> tersebut di baris paling akhir didalam perubahan kepemilikan <strong>harus tercantum proses Roya terhadap APHT </strong>(Hak Tanggungan) dari pihak Bank pemberi kredit ke nama Anda / siapapun yang berhak terhadap sertifikat tersebut. Pada <strong>proses kali ini tidak diperlukan biaya apa-apa</strong>, dan Anda bisa pulang setelah sertifikat ada di tangan.</p>
<p>Proses pengurusan Roya pun selesai sudah. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, jika kita total semua biaya yang dibutuhkan adalah :</p>
<ol>
<li>Ongkos beli map : Rp 10.000,-</li>
<li>Ongkos pengurusan Roya : Rp 50.000,-</li>
<li>Ongkos parkir 2 kali sewaktu daftar dan pengambilan : Rp 5.000,-</li>
<li>Ongkos fotokopi : Rp 10.000,-</li>
</ol>
<p>Total jenderal adalah Rp 75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah) saja ! cukup murah meriah khan ?? Jadi, semisalnya Anda ada waktu senggang dan luang, silahkan untuk mengurusnya sendiri, ngga perlu pake CALO apalagi biro jasa yang minimal mereka memasang tarif Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) hingga jutaan rupiah untuk pengurusan Roya ke BPN, wow minimal 6 (enam) kali lipatnya lebih euy &#8230; hehehe .. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Selamat mencoba dan semoga berhasil ..</p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>roya</li><li>surat roya</li><li>arti roya</li><li>pengertian roya</li><li>roya sertifikat</li><li>biaya roya sertifikat</li><li>roya adalah</li><li>biaya roya</li><li>apa itu roya</li><li>roya sertifikat adalah</li></ul><div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>
<p>No related posts.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2011/01/19/pentingnya-surat-roya-dan-meroyakan-sertifikat-rumah-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Melarang Anda Berpikir Positif</title>
		<link>http://munjalindra.com/2011/01/18/saya-melarang-anda-berpikir-positif.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2011/01/18/saya-melarang-anda-berpikir-positif.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 02:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>loly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[hypnotherapy]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Ya benar, saya melarang anda berpikiran positif bila pikiran positif itu tidak benar-benar tulus dan holistik. Sering kali kita merasa yakin, diyakinkan, atau asal percaya bahwa kita harus berpikir positif. Menurut berbagai buku dan motivator atau trainer berpikir positif baik bagi diri kita. Yang jarang diungkapkan adalah bahwa berpikir positif itu harus benar-benar tulus dan [...]<div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>

No related posts.
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/01/18-01-2011-13-10-46.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-654" title="18-01-2011 13-10-46" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2011/01/18-01-2011-13-10-46-200x152.gif" alt="" width="200" height="152" /></a>Ya benar, saya melarang anda berpikiran positif bila pikiran positif itu tidak benar-benar tulus dan holistik. Sering kali kita merasa yakin, diyakinkan, atau asal percaya bahwa kita harus berpikir positif. Menurut berbagai buku dan motivator atau trainer berpikir positif baik bagi diri kita. Yang jarang diungkapkan adalah bahwa <strong>berpikir positif itu harus benar-benar tulus dan holistik</strong>.</p>
<p>Holistik artinya pikiran sadar maupun bawah sadar saling setuju, sinkron, kongruen dalam berpikir positif.</p>
<p>Sebuah contoh bagian Marketing menetapkan target penjualan meningkat 50% untuk trisemester pertama tahun ini. Pada meeting-meeting Team Marketing tersebut masing-masing individu diyakinkan bahwa mereka dapat mencapai target ini. Bawah sadar mereka dipaksa percaya bahwa mereka bisa. Afirmasi dilakukan setiap hari, kata-kata positif ditempel di tempat yang mudah terlihat, email pemompa semangat dikirimkan dan tak lupa mereka melakukan visualisasi. Namun apa yang terjadi?</p>
<p>Ada bagian dalam diri tiap individu itu menolak. Mereka menganggap target itu terlalu tinggi dan mustahil dicapai karena banyak faktor yang tidak mendukung. Team Leader berkata target sudah ditetapkan, teruslah “percaya” dan positive thinking bahwa team kita bisa mencapai target apapun asalkan kita yakin. Ayo baca lagi buku tentang positive thingkingnya dan dengarkan seminar-seminar motivasinya.</p>
<p>Satu bulan, dua bulan dan akhir trisemester pertama team Marketing ini belum berhasil mencapai target yang ditetapkan. Muncul perasaan tidak enak hati, tidak nyaman. Tapi mereka harus tetap berpikir positif bukan? Ya Bulan-bulan ini belum berhasil, mungkin bulan berikutnya lebih baik. Kegagalan itu sukses yang tertunda, tidak ada namanya kegagalan; yang ada adalah hasil yang tidak kita inginkan dan masih banyak lagi kata-kata mutiara. Coba terus.. pantang menyerah…</p>
<p>Lalu, mengapa berpikir positif justru akan sangat berbahaya bagi diri kita ? Pada kasus di atas, yang terjadi sebenarnya adalah kita, secara tidak sadar, telah mengedukasi pikiran bawah sadar bahwa kita sebenarnya memang tidak kompeten alias gagal. Lho, kok bisa begitu ? Lha, buktinya kita sudah berkali-kali tidak berhasil mencapai target. Pikiran sadar kita dapat kita paksa untuk berpikir positif.</p>
<p>Namun pikiran bawah sadar kita tidak bisa kita bohongi. Setiap kali kita gagal mencapai goal maka pikiran bawah sadar diedukasi dengan suatu pelajaran negatif, “Ternyata memang saya nggak bisa mencapai goal ini”. Dengan mengalami kegagalan beruntun maka efek repetisi terjadi (ingat prinsip pemrograman pikiran). Dan kita, secara bawah sadar, semakin percaya bahwa kita memang tidak mampu.</p>
<p>Jadi, semakin seseorang berusaha untuk positif maka semakin negatif ia jadinya. Mengapa bisa begini ? Karena memori manusia bersifat holographic sehingga mempunyai kemampuan / sifat cross referenced. Artinya, tidak ada memori yang berdiri sendiri. Semuanya saling terkait. Saat kita berusaha positif maka pada saat yang sama pula kita mengaktifkan memori negatif, di bawah sadar. <em>Semakin kita berusaha positif maka semakin kuat efek negatif</em>. Hal ini jarang disadari dan dimengerti orang.</p>
<p>Lalu bagaimana cara berpikir positif yang benar-benar positif ? Ya itu tadi. Pikiran sadar dan bawah sadar harus selaras. Yang harus menjadi landasan pijak adalah apa yang ada di pikiran bawah sadar. Jadi, untuk benar-benar mampu berpikir positif yang positif maka pikiran positif itu harus berawal di pikiran bawah sadar. Bila ini berhasil kita lakukan maka efeknya akan sangat luar biasa. Kita akan dapat dengan sangat mudah mencapai target yang kita inginkan.</p>
<p>Anda pasti bertanya, Ok, kalau begitu bagaimana caranya ??</p>
<p>Ada banyak cara untuk bisa menyelaraskan pikiran sadar dan bawah sadar, untuk bisa membuatnya kongruen. Kita bisa menggunakan NLP, Hypnotherapy (ada sangat banyak teknik), SMC, Visualisasi, Mind Reprogramming dengan bantuan guided imagery, menggunakan musik / audio dengan muatan frekwensi khusus, atau teknik lainnya.</p>
<p>Selamat mencoba kawan &#8230;</p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>menyelaraskan pikiran</li><li>menyelaraskan pikiran sadar dan bawah sadar</li><li>berpikir positif</li><li>tips pikiran bawah sadar</li><li>target yang positif</li><li>target positif</li><li>pikiran positif untuk tidak melarang</li><li>menyelaraskan hati dan pikiran</li><li>kumpulan kata2 poisitif untuk alam bawah sadar</li><li>kumpulan afirmasi positif</li></ul><div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>
<p>No related posts.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2011/01/18/saya-melarang-anda-berpikir-positif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Safety Deposit Box harus kaya raya dulu ? Ngga Perlu !</title>
		<link>http://munjalindra.com/2010/12/03/menggunakan-safety-deposit-box-harus-kaya-raya-dulu-ngga-perlu.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2010/12/03/menggunakan-safety-deposit-box-harus-kaya-raya-dulu-ngga-perlu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 08:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[ijasah]]></category>
		<category><![CDATA[safety box]]></category>
		<category><![CDATA[safety deposit box]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Pengen menggunakan Safety Deposit Box (atau biasa disingkat menjadi Safety Box atau SDB) harus kaya raya dulu ? Harus punya ratusan lembar saham, obligasi ataupun deposito yang jumlahnya bermilyar-milyar ? Harus punya minimal dua mobil ? Harus punya minimal tiga sertifikat rumah ? Itu semua ngga perlu sobat ! Aku udah membuktikannya, dengan membuka Account [...]<div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>

No related posts.
</div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2010/12/safetybox.jpg"></a>Pengen menggunakan <strong>Safety Deposit Box</strong> (atau biasa disingkat menjadi Safety Box atau SDB) harus kaya raya dulu ?<br />
Harus punya ratusan lembar saham, obligasi ataupun deposito yang jumlahnya bermilyar-milyar ?<br />
Harus punya minimal dua mobil ?<br />
Harus punya minimal tiga sertifikat rumah ?<br />
Itu semua ngga perlu sobat ! <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku udah membuktikannya, dengan membuka Account Safety Deposit Box di Bank BRI KCK (Kantor Cabang Khusus) yang berada tepat disampingnya Semanggi (Benhil) Jakarta Selatan sana beberapa hari yang lalu. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> <span id="more-593"></span></p>
<p>Syarat-syaratnya cukup mudah, yaitu (khusus untuk di BRI) :</p>
<ol>
<li>Harus punya rekening di BRI, bisa Britama, Simpedes, ataupun yang lainnya</li>
<li>Mengisi formulir blanko pembukaan Safety Deposit Box yang sudah disiapkan</li>
<li>Melampirkan foto kopi KTP diri sendiri berikut orang-orang yang diberi hak / kuasa untuk membuka safety box ini, misal suami / istri (untuk perorangan, sedangkan untuk perusahaan ada beberapa syarat tambahan lagi antara lain : fotokopi Akta Pendirian/Anggaran Dasar, Ijin Usaha, NPWP, Dokumen identitas pengurus, serta Surat Kuasa Asli )</li>
<li>Melampirkan pas foto 4 x 6 berwarna terbaru</li>
<li>Membayar materai Rp 6.000,- sebanyak 5 buah ( Rp 30.000,- ) untuk digunakan didalam kontrak</li>
<li>Membayar uang jaminan kunci sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Nantinya akan dikembalikan begitu kita selesai / menutup account SDB kita</li>
<li>Membayar iuran berdasarkan besarnya safety box yang kita sewa, ada beberapa tipe dan ukuran (lihat tabel dibawah), sedangkan yang saya gunakan tadi adalah yang tipe A, cukup untuk menaruh kertas ukuran F4 (legal), besar iuran nya adalah Rp 275.000,- / thn</li>
<li>Mengisi dan menandatangani Surat Perjanjian Sewa Menyewa Safety Deposit Box BRI</li>
</ol>
<p>YAP. Cukup itu saja syarat-syaratnya, jadi kita ngga ditanya apakah punya deposit bermilyar-milyar, ataupun saldo uang kita berjuta-juta. Besar iurannya pun cukup terjangkau dan murah-meriah, sekitar Rp 1.000,- / hari untuk SDB tipe A di Bank BRI. Cukup worthed khan ??</p>
<p>Trus buat apa kita sewa safety box ? Ngapain ngga kita simpan aja kedalam brankas sendiri, atuapun petty cash yang banyak dijual di toko-toko ATK ? Atau kenapa ngga disimpan dibawah kasur ataupun didalam lemari yang terkunci rapat-rapat saja ?</p>
<p>Ada banyak alasan yang menyebabkan saya memilih fasilitas ini dibandingkan menyimban dokumen / barang berharga di bawah kasur ataupun didalam lemari, alasan itu antara lain :</p>
<ol>
<li>Keamanan terjamin, karena dijaga 24/7 secara terus menerus dalam ruangan yang benar-benar kuat, kokoh dari gempuran bom nuklir sekalipun (hiperbola dikit &#8230; hehehe .. )</li>
<li>Meminimalisasi kerugian akibat bencana alam maupun bencana-bencana tidak terduga lainnya, misal kebakaran, kebanjiran, rumah kemalingan, dll</li>
<li>Menghindarkan niat untuk menggadaikan ataupun menjadikannya sebagai anggunan barang-barang itu untuk berhutang.</li>
</ol>
<p>Alasan terakhir itulah yang membuat aku berniat untuk menaruh seluruh sertifikat rumah, BPKB, ijasah-ijasah, akte lahir, rapor dan perhiasan-perhiasan, dan beberapa uang cash untuk jaga-jaga kedalam SDB BRI. Sedangkan untuk lembaran deposito dan saham masih belum ada dalam koleksi dokumen-dokumenku untuk saat ini. Mungkin dalam waktu dekat nanti. hehehe &#8230; <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut ini tabel jenis-jenis ukuran Safety Box yang ada di BRI, semuanya dalam satuan inchi (tinggi x lebar samping x panjang kebelakang) :</p>
<p>Tipe A ukuran 3 x 5 x 24<br />
Tipe B ukuran 3 x 10 x 24<br />
Tipe C ukuran 5 x 10 x 24<br />
Tipe D ukuran 10 x 10 x 24<br />
Tipe E ukuran 15 x 10 x 24</p>
<p>Untuk iuran tahunannya yang tipe A adalah Rp 275.000,- / thn (data 12/2010)<br />
Sedangkan untuk tipe-tipe lainnya belum sempet menanyakan, kemungkinan selisih antara Rp 50.000 &#8211; Rp 100.000,- untuk setiap kenaikan tipenya.</p>
<p>Setelah semua proses selesai, lalu kita dibawa masuk kedalam ruangan yang terdiri dari pintu baja setebal satu kilan tanganku (kira-kira 30 cm), masih ditambah lagi dengan teralis dari baja semuanya ! Didalam ruangan itu terdapat ratusan atau mungkin ribuan loker yang tertata rapi dari atas dan bawah, ada beberapa meja dan kursi yang mengelilinginya dan kita pun dibawa ke loker SDB punya kita.</p>
<p>Petugas bank-nya pun menjelaskan cara kerja kunci dari SDB ini, nasabah (kita) akan mendapatkan 2 buah anak &#8220;kunci nasabah&#8221; yang identik (sama/untuk cadangan kita) dan petugas bank nya mempunyai &#8220;kunci master&#8221;. Masing-masing SDB hanyak bisa dibuka oleh &#8220;kunci nasabah&#8221; dan &#8220;kunci master&#8221; yang dimasukkan secara bersama-sama dan diputar secara bersama-sama pula. Jadi tidak ada satu pihak pun yang bisa membuka SDB ini tanpa sepengetahuan pihak lainnya, baik pihak bank maupun pihak nasabah.</p>
<p>Setelah SDB kita terbuka, lalu petugas bank tersebut mengeluarkan semacam laci / loker dari dalam SDB kita, yang terbuat dari semacam alumunium sebagai tempat kita menyimpan barang-barang ataupun dokumen-dokumen serta perhiasan-perhiasan kita. Lalu diapun meninggalkan kita untuk memasukkan barang-barang yang akan disimpan tersebut keluar ruangan.</p>
<p>Apapun bisa kita simpan disitu, termasuk sendal jepit kita pun bisa ditaruh situ kalau mau. hehehe &#8230; Ada satu pengecualian, yaitu kita dilarang untuk menyimpan benda-benda tajam, senjata, narkoba ataupun barang-barang yang dilarang oleh hukum di Republik Indonesia.</p>
<p>Kitapun bisa mengisi ataupun mengambil dari isi SDB kita kapan aja selama jam kerja dari Bank tempat kita gunakan SDBnya, dalam kasus ini di Bank BRI KCK jam kerja dari SDB adalah mulai dari hari Senin &#8211; Jumat pukul 08.00 &#8211; 15.00 WIB.</p>
<p>Jadi, ngga perlu harus menjadi konglomerat dulu untuk bisa memiliki Safety Deposit Box khan ?? Hanya orang-orang yang concern dan peduli akan keamanan dan masa depan-nya sajalah yang menggunakan SDB ini. Semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat buat yang ingin membuka SDB. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Keyword :</h4><ul><li>safe deposit box bri</li><li>safe deposit box bca</li><li>safe deposit box bank bri</li><li>deposit box bri</li><li>safe deposit box murah</li><li>safe deposit box bca jakarta</li><li>deposit box</li><li>safety box bca</li><li>deposit box bca</li><li>safety box bri</li></ul><div class='yarpp-related-rss yarpp-related-none'>
<p>No related posts.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2010/12/03/menggunakan-safety-deposit-box-harus-kaya-raya-dulu-ngga-perlu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
