<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Munjalindra.com &#187; Photography</title>
	<atom:link href="http://munjalindra.com/category/my-photography/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://munjalindra.com</link>
	<description>Tips, trik, update tentang fotografi, teknologi dan kehidupan sehari-hari - Munjalindra.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 03:42:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Trick memaksimalkan lensa tele</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/11/19/trick-memaksimalkan-lensa-tele.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/11/19/trick-memaksimalkan-lensa-tele.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[apperture]]></category>
		<category><![CDATA[bipod]]></category>
		<category><![CDATA[bokeh]]></category>
		<category><![CDATA[fix zoom]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[monopod]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[tele zoom]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trick]]></category>
		<category><![CDATA[tripod]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Lensa tele atau yang lebih dikenal dengan lensa teropong karena berfungsi untuk &#8216;meneropong&#8217; dari jarak jauh populer digunakan pada dunia olahraga, petualangan alam liar serta foto konser. Tak lupa pula...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/11/25/tips-memaksimalkan-lensa-kit-dslr.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memaksimalkan lensa kit DSLR'>Tips memaksimalkan lensa kit DSLR</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)'>Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-424" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="canon-tele" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/canon-tele-200x187.jpg" alt="canon-tele" width="200" height="187" />Lensa tele atau yang lebih dikenal dengan lensa teropong karena berfungsi untuk &#8216;meneropong&#8217; dari jarak jauh populer digunakan pada dunia olahraga, petualangan alam liar serta foto konser. Tak lupa pula di dunia selebriti dan paparazi lensa ini adalah andalan utama mereka.</p>
<p>Fungsi utamanya yang mengambil foto dari jarak jauh memungkinkan sang fotografer dan subyek (obyek) foto bisa lebih aman dan nyaman sehingga &#8216;tidak saling mengganggu&#8217; satu sama lain. Soal keamanan ini pula menjadi faktor utama bagi para fotografer di alam liar, dimana mereka bisa mengambil foto dari seekor singa / harimau dari jarak yang aman ataupun mengambil foto gunung berapi yang sedang bergejolak memuntahkan lavanya.</p>
<p>Ada beberapa tips dan trick untuk bisa memaksimalkan fungsi dari lensa tele yang Anda miliki saat ini, apapun merek serta tipenya (tele-fix atau tele-zoom), tips ini bisa diaplikasikan lebih jauh. Berikut ini tips dan trick nya : <span id="more-423"></span></p>
<ol>
<li><strong>Kenali terlebih dahulu</strong> panjang fokal serta bukaan diagrafragmanya (apperture). Biasanya hal ini bisa ditemui pada sisi depan lensa tersebut / box lensa tersebut. Contoh : 200mm f/4, 70-200mm f/2.8, dst. Hal ini berfungsi untuk mengetahui kemampuan dari lensa tersebut dan kita bisa mempersiapkan serta mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi pada saat &#8216;<em>on the stage</em>&#8216; nantinya.</li>
<li><strong>Semakin besar nilai dari fokal</strong> maka mempunyai <strong>kemampuan &#8216;tele&#8217; lebih jauh</strong> dalam posisi pengambilan yang sama, tapi mempunyai konsekwensi rentang sudut pengambilan yang semakin sempit jika dibandingkan dengan fokal yang lebih kecilnya. Lensa dengan panjang fokal 200mm bisa &#8216;memperbesar&#8217; obyek yang lebih jauh jika dibandingkan dengan lensa dengan panjang fokal 70mm.</li>
<li><strong>Semakin besar nilai bukaan diagfragma</strong> (apperture) maka <strong>semakin &#8216;cepat&#8217; </strong>lensa tersebut dapat digunakan. Arti cepat disini adalah semakin cepat setting untuk exposurenya dalam kondisi minim cahaya (redup / gelap). Sebagai contoh lensa dengan f/2.8 dapat digunakan &#8216;lebih cepat&#8217; jika dibandingkan dengan lensa dengan f/4, begitu juga lensa dengan f/4 &#8216;lebih cepat&#8217; daripada lensa dengan f/5.6, begitu juga seterusnya. Secara teori hal ini disebabkan semakin besar bukaan diagfragma sehingga semakin besar &#8216;jumlah cahaya&#8217; yang bisa diterima oleh sensor / film kamera Anda, jadi setting shutter speed bisa diset lebih cepat lagi tanpa khawatir hasil menjadi gelap karena kurangnya waktu exposure.</li>
<li>Satu trick agar gambar tidak goyang (shake) atau blur dengan menset <strong>exposure time menjadi &#8220;satu per panjang fokus lensa&#8221;</strong>. Sebagai contoh jika Anda sedang menggunakan lensa dengan panjang fokus 200mm, maka setting exposure time &#8216;yang aman&#8217; adalah 1/200 detik. Begitu juga jika Anda menggunakan lensa dengan panjang fokus 400mm setting exposure time &#8216;yang aman&#8217; adalah 1/400 detik. Untuk bisa mendapatkan waktu exposure yang tinggi serta hasil yang &#8216;bagus&#8217; dibutuhkan bukaan diagfragma yang semakin besar (seperti yang telah dijelaskan pada  tips nomor 3).</li>
<li><strong>Gunakan penyangga</strong> (tripod / bipod / monopod) untuk mengurangi efek goyang (shake). Goyangan / getaran sekecil apapun ketika Anda menggunakan lensa tele, hal itu sudah dapat membuat hasil foto Anda blur / bergoyang. Hal itu dikarenakan efek &#8216;pembesaran&#8217; yang disebabkan lensa tele tersebut. Penyangga (tripod / bipod / monopod) juga bisa digunakan untuk membantu &#8216;menopang&#8217; lensa tele Anda yang rata-rata berukuran besar dan berat, terutama jika Anda menunggu momen yang tepat dalam waktu yang lama.</li>
<li><strong>Semakin besar nilai bukaan diagfragma</strong> lensa Anda, semakin &#8216;bagus dan unik&#8217; <em>bokeh</em> yang akan dihasilkan dalam kondisi &#8216;normal&#8217; dengan mudah. Lensa dengan nilai bukaan (apperture) f/2.8 bisa menghasilkan <em>bokeh</em> &#8216;lebih mudah&#8217; jika dibandingkan dengan lensa dengan nilai bukaan (apperture) f/4. Hal ini juga berfungsi untuk mengisolasi subyek / obyek yang akan di foto dengan Deep of Field (DoF) untuk memberikan kesan &#8216;ruang/3D&#8217;.</li>
<li><strong>Gunakan fitur stabilizer</strong> yang bisa ditemukan pada sistem internal lensa seperti halnya Image Stabilizer (IS) pada lensa-lensa keluaran Canon ataupun VR pada lensa-lensa keluaran Nikon ataupun stabilizer yang ada pada body kamera seperti IS pada kamera Olympus ataupun Steady-Shoot pada kamera Sony.</li>
<li>Gunakan <strong>ISO yang lebih tinggi</strong> untuk mengkompensasi bukaan lensa (apperture) yang kecil untuk mendapatkan nilai shutter (expose) yang tinggi. ISO 1600 bisa mengkompensasi nilai shutter (expose) yang lebih cepat jika dibandingkan dengan ISO 400 pada kondisi pencahayaan dan bukaan lensa (apperture) yang sama. Hal ini berguna untuk mengurangi efek blur / shake pada hasil akhir. Tetapi hal ini mempunyai konsekwensi lain yaitu timbulnya grainy/noise/bintik-bintik yang lebih besar dan banyak jika Anda menggunakan ISO yang lebih tinggi.</li>
</ol>
<p>Yap, itu semua beberapa tips &amp; trick untuk memaksimalkan lensa tele Anda, baik yang berupa tele-zoom (70-200mm, 100-200mm, dst), tele-fix (200mm, 300mm, dst), variable apperture (f/4-5.6, dst), fix apperture (f/2.8, f/4, dst), dan berbagai macam merk mulai dari Canon, Nikon, Olympus, Sony, Sigma, dll.</p>
<p>Selamat berkarya dan sampai jumpa pada tips dan trick lainnya. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Picture take from : http://media.the-digital-picture.com/Images/Other/Canon-Telephoto-Zoom-Lenses-Extended.jpg</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/11/25/tips-memaksimalkan-lensa-kit-dslr.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memaksimalkan lensa kit DSLR'>Tips memaksimalkan lensa kit DSLR</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)'>Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/11/19/trick-memaksimalkan-lensa-tele.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 04:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak fotografer pemula ataupun senior yang bisa &#8216;beruntung menikmati&#8217; kamera tipe SLR baik yang versi digital ataupun versi film. Selain harga dari kamera SLR yang relatif lebih mahal dibandingkan...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/23/tips-memilih-dan-membeli-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memilih dan membeli kamera digital'>Tips memilih dan membeli kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/19/ukuran-sensor-di-kamera-digital-pengaruhi-ketajaman-foto.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ukuran sensor pada kamera digital'>Ukuran sensor pada kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips merawat kamera digital'>Tips merawat kamera digital</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-420" title="ixus" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/ixus-200x132.jpg" alt="ixus" width="200" height="132" />Tidak banyak fotografer pemula ataupun senior yang bisa &#8216;beruntung menikmati&#8217; kamera tipe SLR baik yang versi digital ataupun versi film. Selain harga dari kamera SLR yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan yang versi poket (point and shoot), fungsi dan fitur yang lebih kompleks juga membuat kamera SLR &#8216;susah&#8217; untuk dipahami dan digunakan oleh &#8216;fotografer awam&#8217;.</p>
<p>Oleh sebab itu artikel ini mencoba untuk menjembati &#8216;keterbatasan&#8217; yang ada tersebut, yaitu bagaimana cara memaksimalkan kamera saku (poket) sehingga bisa menghasilkan foto yang berkualitas serta layak jual &amp; diikutsertakan ke berbagai macam lomba.<span id="more-419"></span></p>
<ol>
<li>Pahami dan kuasai fungsi-fungsi dari buku manualnya. Mulai dari cara pengaturan secara manual untuk apperture (diagfragma), shutter speed (time), white balance, metering, dll.</li>
<li>Kuasai pengaturan apperture priority (Av) untuk menghasilkan Deep of Field (DoF) sesuai keinginan.</li>
<li>Kuasai pengaturan shutter speed priority (Tv) untuk menghasilkan foto riak air terjun yang terlihat putih halus laksana sutera.</li>
<li>Atur komposisi dari foto yang akan diambil sebaik mungkin. Artikel <a href="http://munjalindra.com/2008/09/26/the-rule-of-thirds-komposisi-layout-fotografi/">Rule of Third</a> ini bisa dijadikan sebagai acuan dasar.</li>
<li>Perbanyak melihat galeri (koleksi) foto dari para maestro / fotografer lainnya yang bisa dijumpai dengan mudah lewat internet / majalah / buku. Hal ini untuk menambah &#8216;ilmu&#8217; tentang komposisi, angle serta trend yang lainnya.</li>
<li>Maksimalkan penggunaan cahaya alami (matahari) untuk menghasilkan foto yang natural. Karena besaran sensor dari kamera poket yang rata-rata lebih kecil, hal ini bisa menimbulkan noise/grainy yang lebih besar jika digunakan untuk memotret pada ruangan yang redup / pencahayaannya minim dan mempunyai &#8216;crop factor&#8217; yang lebih besar.</li>
<li>Perbanyak jam terbang pengambilan foto. Seiring dengan bertambahnya jam terbang Anda, akan bertambah pula pengalaman serta ilmu praktek yang tidak bisa didapatkan dari teori / buku. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.</p>
<p><em>Picture from : http://www.letsgodigital.org/images/artikelen/6/canon-ixus-80-is.jpg</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/23/tips-memilih-dan-membeli-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memilih dan membeli kamera digital'>Tips memilih dan membeli kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/19/ukuran-sensor-di-kamera-digital-pengaruhi-ketajaman-foto.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ukuran sensor pada kamera digital'>Ukuran sensor pada kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips merawat kamera digital'>Tips merawat kamera digital</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-jenis filter lensa kamera</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/11/17/jenis-jenis-filter-lensa-kamera.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/11/17/jenis-jenis-filter-lensa-kamera.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[cpl]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[filter]]></category>
		<category><![CDATA[gnd]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[lensa]]></category>
		<category><![CDATA[lpl]]></category>
		<category><![CDATA[memilih]]></category>
		<category><![CDATA[nd]]></category>
		<category><![CDATA[polarizer]]></category>
		<category><![CDATA[SLR]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[uv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini semakin mudah untuk mendapatkan filter lensa untuk kamera Anda. Mulai dari filter UV yang bisa melindungi bagian depan lensa kamera, hingga ke filter polarize yang bisa digunakan untuk...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips merawat kamera digital'>Tips merawat kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/19/trick-memaksimalkan-lensa-tele.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Trick memaksimalkan lensa tele'>Trick memaksimalkan lensa tele</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/22/tipe-tipe-lensa-kamera-slr.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tipe-tipe lensa kamera SLR'>Tipe-tipe lensa kamera SLR</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-414" style="margin-left: 4px; margin-right: 4px;" title="tut_filters_uvfilter" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_uvfilter.jpg" alt="tut_filters_uvfilter" width="169" height="80" />Dewasa ini semakin mudah untuk mendapatkan filter lensa untuk kamera Anda. Mulai dari filter UV yang bisa melindungi bagian depan lensa kamera, hingga ke filter polarize yang bisa digunakan untuk mengurangi efek glare dari sinar matahari. Artikel ini sedikit banyak akan mengupas mengenai berbagai jenis filter untuk lensa Anda serta masing-masing fungsi serta efek yang ditimbulkan pada hasil akhir foto yang Anda ambil.</p>
<p>Filter lensa kamera yang paling sering digunakan oleh kalangan fotografer baik amatir maupun profesional antara lain berjenis : Ultra Violet (UV), Polarize (baik yang linear maupun circular), Gradual Neutral Density (GND), warming / cooling serta filter berwarna. Masing-masing filter tersebut mempunyai fungsi dan kegunaan antara lain :<span id="more-405"></span></p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<th>Tipe Filter</th>
<th>Fungsi Utama</th>
<th>Biasa digunakan pada</th>
</tr>
<tr>
<td>Linear &amp; Circular<br />
Polarizers</td>
<td>Mengurangi Glare<br />
Menambah Saturation</td>
<td>Langit / air<br />
Landscape Photography</td>
</tr>
<tr>
<td>Neutral Density (ND)</td>
<td>Menambah waktu  Exposure</td>
<td>Air terjun, sungai, diwaktu sinar terang</td>
</tr>
<tr>
<td>Graduated Neutral<br />
Density (GND)</td>
<td>Mengontrol gradien kekuatan cahaya<br />
Mengurangi Vignetting</td>
<td>Landscape dengan efek dramatis</td>
</tr>
<tr>
<td>UV / Haze</td>
<td>Menambah kecerahan pada film<br />
Memberikan proteksi pada lensa depan</td>
<td>Apapun</td>
</tr>
<tr>
<td>Warming / Cooling</td>
<td>Mengubah White Balance</td>
<td>Landscapes, Fotografi bawah air, Efek cahaya</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2><strong>Filter Neutral Density (ND)</strong></h2>
<p><img class="alignright" title="tut_filters_ndexample" src="../wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_ndexample1-200x128.jpg" alt="tut_filters_ndexample" width="200" height="128" />Inti utama dari Neutral Density (ND) filter adalah mengurangi jumlah cahaya yang akan masuk ke dalam sensor / film Anda. Dengan semakin berkurangnya jumlah cahaya yang ada, maka faktu exposure akan bisa dibuat lebih lama daripada setingan standardnya. Beberapa situasi yang biasa menggunakan ND Filter adalah :</p>
<ol>
<li>Membuat subyek semakin blur / tidak terlihat pada mobil (orang) yang sedang berjalan</li>
<li>Pergerakan riak-riak air sungai / pantai yang semakin halus seperti sutra</li>
<li>Untuk mendapatkan Deep of field pada pencahayaan yang terang (kontras) terutama di siang hari</li>
</ol>
<p>Masing-masing dari produsen filter ND mempunyai definisi (penamaan) serta besaran filter yang mereka produksi, berikut ini adalah tabel sederhana terhadap beberapa produsen filter ND yang terkemuka berikut efek yang ditimbulkannya :</p>
<table border="0" width="85%">
<tbody>
<tr style="text-align: center;">
<th colspan="2">Jumlah pengurangan cahaya</th>
<th rowspan="2">Hoya, B+W and Cokin</th>
<th rowspan="2">Lee, Tiffen</th>
<th rowspan="2">Leica</th>
</tr>
<tr style="text-align: center;">
<th>f-stops</th>
<th>Fraction</th>
</tr>
<tr style="text-align: center;">
<td>1</td>
<td>1/2</td>
<td>ND2, ND2X</td>
<td>0.3 ND</td>
<td>1X</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">2</td>
<td style="text-align: center;">1/4</td>
<td style="text-align: center;">ND4, ND4X</td>
<td style="text-align: center;">0.6 ND</td>
<td style="text-align: center;">4X</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">3</td>
<td style="text-align: center;">1/8</td>
<td style="text-align: center;">ND8, ND8X</td>
<td style="text-align: center;">0.9 ND</td>
<td style="text-align: center;">8X</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">4</td>
<td style="text-align: center;">1/16</td>
<td style="text-align: center;">ND16, ND16X</td>
<td style="text-align: center;">1.2 ND</td>
<td style="text-align: center;">16X</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">5</td>
<td style="text-align: center;">1/32</td>
<td style="text-align: center;">ND32, ND32X</td>
<td style="text-align: center;">1.5 ND</td>
<td style="text-align: center;">32X</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">6</td>
<td style="text-align: center;">1/64</td>
<td style="text-align: center;">ND64, ND64X</td>
<td style="text-align: center;">1.8 ND</td>
<td style="text-align: center;">64X</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: left;">Rata-rata fotografer hanya membawa 1 atau 2 filter ND saja dengan selisih 1 hingga 2 f-stop. Karena semakin besar f-stop yang ada akan membuat exposure semakin lama walaupun pada kondisi siang bolong sekalipun. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2 style="text-align: left;">Linear &amp; Circular Polarizing (LPL / CPL)</h2>
<p style="text-align: left;">Polarizing filter (polarizer) banyak digunakan oleh kalangan pecinta landscape ataupun pemandangan alam. Karena sifat dari filter ini yang membuat jumlah refleksi cahaya yang terjadi menjadi semakin berkurang, seperti halnya pada permukaan air, kaca, langit dan lain sebagainya. Efek paling menonjol yang terlihat dari penggunaan filter ini adalah warna langit yang &#8216;semakin kelihatan biru tua&#8217; jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan filter ini.</p>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-408" title="tut_filters_polarizeroff" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_polarizeroff-200x133.jpg" alt="tut_filters_polarizeroff" width="200" height="133" /><img class="alignnone size-medium wp-image-409" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="tut_filters_polarizeron" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_polarizeron-200x133.jpg" alt="tut_filters_polarizeron" width="200" height="133" /></p>
<p style="text-align: left;">
(foto kiri : tanpa polarizer, kanan : dengan polarizer)</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Linear vs Circular</strong></p>
<p style="text-align: left;">Perbedaan utama antara linear polarizer (LPL) dan circular polarizer (CPL) adalah pada penggunaan metering dan autofokus otomatis pada kamera SLR Anda. Dimana filter CPL masih memungkinkan berfungsinya metering serta autofokus otomatis langsung dari kamera seperti halnya tidak dipakainya filter tersebut. Sedangkan pada LPL, selain harganya yang relatif lebih mahal daripada versi CPL nya, tapi autofokus serta metering yang menggunakan sistem Through The Lens (TTL) tidak dapat digunakan ketika filter LPL terpasang pada lensa Anda. Ada satu yang memungkinkan yaitu forego metering dan autofokus, tapi hal tersebut sangatlah jarang diinginkan oleh siapapun juga. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2 style="text-align: left;">Graduated Neutral Density (GND)</h2>
<p style="text-align: left;">Filter ini digunakan untuk &#8216;membatasi&#8217; jumlah cahaya yang masuk kedalam sensor / film secara gradasi (separasi) yang mengikuti patern (pola) tertentu. Filter ini kadangkala disebut juga dengan &#8216;split filter&#8217;. Penggunaan filter ini biasa digunakan pada pemotretan landscape terutama untuk pemotretan dengan sistem pencahayaan yang dibuat secara gradasi dari terang ke gelap, seperti : sunset (matahari terbenam) / sunrise (matahari terbit).</p>
<p style="text-align: left;">Posisi &#8216;blend&#8217; dari gradasi yang tepatlah yang bisa menghasilkan efek dramatis dari sebuah foto. Ada berbagai macam tipe blend gradasi yang bisa didapatkan di pasaran saat ini, antara lain : soft edge, hard edge dan radial edge. Dimana masing-masing &#8216;edge&#8217; mempunyai kelebihan dan kekurangannya.</p>
<p style="text-align: left;"><img style="border: 1px solid black;" title="tut_filters_gndblacktopsfilter" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_gndblacktopsfilter-200x121.jpg" alt="tut_filters_gndblacktopsfilter" width="200" height="121" /> <img style="border: 1px solid black; margin-left: 2px; margin-right: 2px;" title="tut_filters_ndexample" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_ndexample-200x128.jpg" alt="tut_filters_ndexample" width="200" height="128" /></p>
<p style="text-align: left;">Satu hal penting lainnya didalam peletakan dari filter ini adalah jangan sampai Anda keliru menaruh posisi edge dari gradasi filter, yang bisa mengakibatkan hasil foto Anda menjadi &#8216;aneh&#8217; dan &#8216;tidak realitis&#8217;. Contoh diatas adalah peletakan edge yang umum digunakan.</p>
<h2 style="text-align: left;">UltraViolet (UV) / Haze</h2>
<p style="text-align: left;">Penggunaan filter UV / Haze dewasa ini lebih dikarenakan untuk melindungi lensa bagian depan agar tidak mudah tergores ataupun terkena kotoran. Karena sifat sinar UltraViolet (UV) yang tidak terlihat oleh mata telanjang, maka filter ini biasa disebut dengan &#8216;filter clear&#8217;. Jika filter ini digunakan pada kamera yang menggunakan film, maka akan mengurangi efek haze (haze) serta menambah kontras dari warna karena berkurangnya warna-warna UV. Sedangkan pada kamera digital yang menggunakan sensor, filter UV ini &#8216;hampir&#8217; tidak ada pengaruhnya sama sekali, karena kepekaan sensor yang semakin canggih sehingga bisa tereduksi sinar-sinar UV oleh sistem yang ada pada sensor digital.</p>
<p style="text-align: left;">Pada beberapa filter UV yang biasa bisa menyebabkan penurunan kualitas gambar yang dihasilkan, serta menimbulkan efek flare terhadap cahaya. Tapi untuk filter UV yang telah multi-coated hal tersebut telah diminimalisir sehingga &#8216;mata awam&#8217; seolah-olah tidak melihat perbedaan yang signifikan terhadap hasil akhirnya.</p>
<p style="text-align: left;">Fungsi bonus dari filter UV ini adalah menaikkan harga jual kembali dari lensa tersebut. Karena kondisi dari lensa yang &#8216;terlindungi&#8217; dari goresan / kotoran, sehingga lensa seken tersebut layaknya lensa baru.</p>
<h2 style="text-align: left;">Cool / Warm Filter</h2>
<p style="text-align: left;"><img class="size-medium wp-image-411 alignleft" title="tut_filters_colorcast" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tut_filters_colorcast-200x133.jpg" alt="tut_filters_colorcast" width="200" height="133" />Filter ini digunakan untuk &#8216;mengubah&#8217; white balance dari kamera sehingga menimbulkan efek yang lebih hangat / dingin dari foto yang dihasilkan. Filter ini sangat populer pada saat era kamera film, dan pada saat era kamera digital mulai marak filter ini mulai ditinggalkan oleh kalangan fotografer. Karena setting dari white balance bisa diatur secara &#8216;langsung&#8217; didalam kamera digital masa kini.</p>
<p style="text-align: left;">Namun filter ini masih banyak digunakan untuk kalangan fotografer yang menekuni bidang &#8216;underwater photography&#8221;. Karena sifat dari pencahayaan yang sejenis (monocrome) dibawah air, maka dibutuhkan filter yang bisa memberikan sedikit &#8216;warna&#8217; pada hasil akhirnya.</p>
<h2 style="text-align: left;">Tips memilih filter lensa</h2>
<p style="text-align: left;">Berikut ini adalah tips-tips memilih filter untuk lensa Anda :</p>
<ol>
<li>Pastikan ukuran depan dari lensa kamera Anda terlebih dahulu sebelum membeli filter jenis apapun. Masing-masing lensa memiliki ukuran yang biasanya tertulis secara jelas dibagian depannya. Misal 58mm, 77mm, dst.</li>
<li>Beli filter pada toko yang terkemuka untuk menghindari produk palsu yang akan Anda beli.</li>
<li>Cek harga terlebih dahulu untuk masing-masing filter sebagai acuan awal sebelum Anda membelinya. Harga filter saat ini relatif terjangkau mulai dari yang seharga ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tergantung dari bahan serta kualitasnya.</li>
<li>Pilih filter yang telah melalui proses multicoating agar tidak lekas rusak. Harga memang relatif lebih mahal dari filter yang biasa.</li>
<li>Jangan terlalu sering melepas pasang filter pada lensa Anda, karena dapat merusak ulir yang ada pada bagian depan lensa / bagian belakang filter.</li>
</ol>
<p>Semoga informasi diatas dapat berguna buat kita semua, dan sampai jumpa pada artikel yang lainnya.</p>
<p><em>Picture &amp; Inspired from : http://www.cambridgeincolour.com/tutorials/camera-lens-filters.htm</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips merawat kamera digital'>Tips merawat kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/19/trick-memaksimalkan-lensa-tele.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Trick memaksimalkan lensa tele'>Trick memaksimalkan lensa tele</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/22/tipe-tipe-lensa-kamera-slr.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tipe-tipe lensa kamera SLR'>Tipe-tipe lensa kamera SLR</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/11/17/jenis-jenis-filter-lensa-kamera.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips merawat kamera digital</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[air laut]]></category>
		<category><![CDATA[awet]]></category>
		<category><![CDATA[baterei]]></category>
		<category><![CDATA[garam]]></category>
		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>
		<category><![CDATA[kapur barus]]></category>
		<category><![CDATA[lensa]]></category>
		<category><![CDATA[merawat]]></category>
		<category><![CDATA[penyimpanan]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Kamera digital telah menjadi alat yang umum dijumpai di setiap keluarga, semua itu dikarenakan semakin murah harganya dan semakin banyak variasinya merk serta fitur-fiturnya. Layaknya alat-alat elektronik lainnya, kamera digital...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/23/tips-memilih-dan-membeli-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memilih dan membeli kamera digital'>Tips memilih dan membeli kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)'>Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/19/ukuran-sensor-di-kamera-digital-pengaruhi-ketajaman-foto.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ukuran sensor pada kamera digital'>Ukuran sensor pada kamera digital</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" title="tipsmerawatkamera" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/tipsmerawatkamera-200x150.jpg" alt="tipsmerawatkamera" width="200" height="150" /></p>
<p>Kamera digital telah menjadi alat yang umum dijumpai di setiap keluarga, semua itu dikarenakan semakin murah harganya dan semakin banyak variasinya merk serta fitur-fiturnya.</p>
<p>Layaknya alat-alat elektronik lainnya, kamera digital pun harus dirawat serta dijaga agar dapat berfungsi dan berguna hingga &#8216;waktu hidup&#8217;-nya. Semua itu tergantung dari cara perawatan serta pemakaiannya sehari-hari.</p>
<p>Berikut ini adalah tips untuk merawat kamera digital Anda supaya awet dan tahan lama :<span id="more-401"></span></p>
<ol>
<li><strong>Keluarkan baterei j</strong><strong>ika kamera digital Anda tidak digunakan</strong> dalam kurun waktu lebih dari 2 hari. Hal ini untuk menghindari &#8216;bocor&#8217;-nya baterei yang dapat mengakibatkan rusaknya elemen elektronik yang ada didalam kamera digital Anda</li>
<li><strong>Hindari kontak langsung dengan matahari</strong> secara terus menerus, karena sinar matahari yang memapar kamera digital Anda secara signifikan dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan elektris yg ada didalamnya</li>
<li><strong>Simpan kamera Anda dalam tempat yang sejuk</strong>, kering dan tidak lembab. Jamur adalah musuh utama dari kamera serta lensa Anda. Saat ini telah ada wadah khusus untuk penyimpanan kamera dan lensa, tapi harganya masih relatif mahal. Gunakan Silica Gel untuk menghindari datangnya jamur dan lembab</li>
<li><strong>Jangan gunakan kapur barus </strong>(pengharum untuk pakaian) untuk menghindari jamur, karena kapur barus dapat merusak sekat-sekat yang terbuat dari karet serta membuatnya rapuh</li>
<li><strong>Bersihkan dari segala debu dan kotoran </strong>sebelum menyimpan kamera Anda, karena kotoran (debu) sekecil apapun dapat mengakibatkan goresan pada lensa / sensor kamera digital Anda yang sangat sensitif.</li>
<li><strong>Hindari terkena air laut</strong> (air garam), karena sepercik air laut yang tidak terlihat kasat mata oleh kita dapat menimbulkan korosi (karat) pada kamera digital Anda, terutama pada bagian-bagian yang terbuat dari logam. Basuh sesegera mungkin hingga kering dan bersih jika terkena air laut, apalagi jika tercebur kedalamnya</li>
<li><strong>Kurangi frekwensi membersihkan lensa</strong>, karena semakin sering Anda membersihkan lensa Anda maka semakin menurun kualitas dari lensa tersebut karena goresan yang ditimbulkan oleh sapuan tissue / kain pembersih Anda. Cukup gunakan blower yang ringan untuk menghilangkan debu yang menempel pada lensa ataupun sensor kamera digital Anda <em>(khusus untuk kamera SLR)</em></li>
<li><strong>Hindari goresan pada lensa</strong>, biasanya untuk menghindari goresan pada lensa depan dipasanglah filter UV yang bisa didapatkan di toko aksesoris lensa dan dipasang secara &#8216;permanen&#8217; walaupun lensa tersebut tidak dipergunakan. Sedangkan untuk melindungi lensa dari sebelah belakang (dalam) selalu pasang body-cup (penutup) lensa yang bisa didapat pada waktu pembelian lensa tersebut. Lepas lensa dari kamera digital Anda jika akan disimpan dalam kurun waktu lebih dari seminggu <em>(khusus untuk kamera SLR)</em></li>
<li><strong>Hindari guncangan / tekanan yang terlalu berlebihan</strong>. Jika Anda ingin bepergian, usahakan posisi kamera digital Anda berada pada tumpukan paling atas dari tas Anda, sehingga dia tidak mendapatkan tekanan selama perjalanan</li>
<li><strong>Lakukanlah service secara berkala</strong>, jangan tunggu sampai kamera Anda rusak. Service berkala ini bisa dalam rentang waktu tiap 6 bulan sekali, 1 tahun sekali ataupun sesuai dengan kebutuhan dan jam terbang dari kamera Anda. Selalu service kamera digital Anda ke tempat service resmi, jangan sekali-kali membongkar sendiri kamera digital Anda.</li>
<li><strong>Selalu gunakan tali penggantung di leher Anda</strong>. Hal ini untuk mencegah terjatuhnya secara tidak sengaja karena senggolan ataupun kelalaian dan kelelahan membawanya</li>
<li><strong>Lepas baterei dan kartu memori kamera Anda pada saat posisi OFF</strong>. Jangan sekali-kali mencabut kartu memori dalam kondisi kamera sedang menyala, karena hal tersebut akan mengakibatkan hilangnya data Anda serta rusaknya kartu memori tersebut.</li>
</ol>
<p>Semoga tips-tips diatas dapat bermanfaat buat Anda. Sampai jumpa lagi pada tips dan kesempatan yang lainnya. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/23/tips-memilih-dan-membeli-kamera-digital.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memilih dan membeli kamera digital'>Tips memilih dan membeli kamera digital</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/18/tips-memaksimalkan-kamera-digital-poket-saku.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)'>Tips memaksimalkan kamera digital poket (saku)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/19/ukuran-sensor-di-kamera-digital-pengaruhi-ketajaman-foto.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ukuran sensor pada kamera digital'>Ukuran sensor pada kamera digital</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/11/16/tips-merawat-kamera-digital.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memotret anak kecil secara natural</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[natural]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[spontan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang membeli kamera (digital / film) digunakan untuk mengabadikan momen-momen berharga mereka dengan anak kecil, tidak menutup kemungkinan mereka adalah anak sendiri ataupun anak dari saudara ataupun anak orang...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret dikala senja (sunset)'>Tips memotret dikala senja (sunset)</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-398" style="margin: 3px;" title="pandhuku" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/11/pandhuku-200x181.jpg" alt="pandhuku" width="200" height="181" />Banyak orang membeli kamera (digital / film) digunakan untuk mengabadikan momen-momen berharga mereka dengan anak kecil, tidak menutup kemungkinan mereka adalah anak sendiri ataupun anak dari saudara ataupun anak orang lain yang kebetulan lewat didepannya.</p>
<p>Mengabadikan pose anak kecil, terutama anak-anak dibawah lima tahun adalah susah-susah-gampang. Dibilang susah karena &#8216;sangat jarang&#8217; terjadi momen yang ditunggu-tunggu itu tiba dikarenakan aktifitas anak yang di umur itu sedang tinggi-tinggi nya, dibilang gampang karena mereka bisa kita temui disekitar kita dengan mudah setiap saatnya.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan photo dari seorang (sekumpulan) anak kecil secara natural dan tidak &#8216;dibuat-buat&#8217;. Tips ini bisa diaplikasikan untuk segala jenis kamera mulai dari kamera film, kamera digital pocket ataupun kamera SLR (digital / film).</p>
<p><strong>Pastikan kamera Anda siap setiap saat di tangan Anda</strong><br />
Ada satu buah aturan utama didunia photography (baik film / digital) yaitu &#8220;Baterei dalam kondisi penuh (full) dan film / memori card dalam kondisi kosong (empty). Jangan sampai terbalik ! Hal ini untuk mengantisipasi momen-momen sesaat yang bisa terjadi setiap saat ketika anak-anak sedang bermain ataupun berpose imut tanpa mereka sadari. Kenali juga fitur-fitur ataupun pengaturan dari kamera Anda, terutama fungsi dasar dari pengoperasian kamera. Bukanlah hal yang lucu ketika momen langka sudah ada di depan mata, tetapi Anda masih kebingungan bagaimana cara menyalakan kamera digital Anda !<span id="more-397"></span></p>
<p><strong>Usahakan menggunakan cahaya matahari untuk hasil yang lebih natural</strong><br />
Walaupun saat ini sudah begitu banyak teknologi pencahayaan (flash) yang bisa mengkondisikan pencahayaan mirip dengan cahaya matahari, tapi apakah Anda akan membawa seluruh peralatan pencahayaan yang begitu &#8216;ribet&#8217; mengikuti kemanapun anak-anak berlarian ? Saya rasa itu bukanlah ide yang hebat. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tampil apa adanya saja</strong><br />
Tidak usah repot-repot melakukan rebonding terlebih dahulu kepada anak Anda, ataupun mengajak ke salon untuk melakukan manicure pedicure terhadap tubuhnya ataupun &#8216;permak&#8217; yang lainnya. Cukup usap dengan tissue basah ataupun sapu tangan untuk mengeringkan keringat dan kotoran yang ada di muka ataupun tangan &amp; kakinya. Justru pada kondisi kotor itulah anak-anak semakin terlihat natural. Ingat yang akan Anda potret adalah anak-anak, bukanlah ondel-ondel.</p>
<p><strong>Ambil foto secara serial (burst)</strong><br />
Jika Anda menemui sebuah momen dimana anak akan ataupun sedang melakukannya, ambil foto tersebut dengan sistem serial (burst) mode. Beberapa kamera digital memiliki fitur dasar ini, sedangkan untuk kamera film / konvensional Anda bisa mengakali nya dengan memencet tombol shutter secara terus menerus ketika momen tersebut sedang berlangsung. Hal ini untuk mendapatkan momen yang tepat dari beberapa foto yang telah Anda ambil. Saat ini harga dari film / kartu memori berukuran besar sudah mulai turun (relatif murah). Jangan sampai momen berharga tersebut hilang percuma hanya karena Anda telah kehabisan film / ruang kosong di memori Anda. Beli film / kartu memori kapasitas lebih besar sekarang juga !</p>
<p><strong>Set pada resolusi terbesar pada kamera digital Anda</strong><br />
Jika kamera Anda berkemampuan (resolusi) 8 Mega Pixel, maka set kualitas gambar yang Anda ambil ke kualitas maksimal (fine). Begitu juga jika kamera digital Anda berresolusi 10 MP ataupun yang lebih tinggi lagi. Hal ini sangat berguna jika Anda nanti akan melakukan editing / cropping terhadap hasil foto yang telah jadi untuk mengatur komposisi yang lebih baik lagi tanpa perlu khawatir akan kualitas gambar ketika dicetak nantinya. Hal ini tidak bergitu berpengaruh untuk kamera yang menggunakan film.</p>
<p><strong>Gunakan mainan untuk menarik perhatiannya</strong><br />
Jika anak Anda suka akan boneka ataupun bunyi-bunyian, gunakan hal tersebut untuk menarik perhatian mereka agar melihat ke arah kamera Anda. Caranya dengan menggoyang-goyangkannya diatas kamera Anda ataupun bisa juga menggunakan &#8216;asisten&#8217; untuk berdiri dibelakang Anda.</p>
<p><strong>Fokus ke arah bola mata Anak</strong><br />
Mata anak kecil yang bening dan jernih konon bisa meluruhkan hati sekeras baja siapapun yang memandangnya. Oleh sebab itu fokuskan kamera Anda ke bola matanya untuk bisa &#8216;menangkap&#8217; kejernihan dan kedalamannya.</p>
<p><strong>Tetap sabar, rileks dan spontanitas !</strong><br />
Menunggu adalah hal yang membosankan, begitu juga ketika menunggu pose sang Anak serta mood mereka menjadi baik. Anda sebagai seorang photographer haruslah tetap sabar, rileks serta selalu dalam kondisi siap melakukan hal secara spontanitas (refleks). Jangan sampai stress ataupun kebosanan menghampiri Anda, karena momen berharga dapat terjadi dan terlewatkan begitu Anda lengah barang sejenak.</p>
<p>Selamat mencoba tips-tips diatas dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa lagi pada tips yang lainnya. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Inspired from : http://workathomemoms.about.com/od/savemoney/ht/schoolpictures.htm</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret dikala senja (sunset)'>Tips memotret dikala senja (sunset)</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ukuran cetak kertas foto</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/07/18/ukuran-cetak-kertas-foto.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/07/18/ukuran-cetak-kertas-foto.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 01:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Techno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munjalindra.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bertanya-tanya, berapa kali berapa ukuran kertas / bidang / canvas untuk dicetak menjadi sebuah foto ? Tentu saja hal ini berhubungan erat dengan proses edit gambar baik lewat...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/19/ukuran-sensor-di-kamera-digital-pengaruhi-ketajaman-foto.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ukuran sensor pada kamera digital'>Ukuran sensor pada kamera digital</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-352 alignright" title="cetak foto" src="http://munjalindra.com/wp-content/uploads/2009/07/cetak-foto-300x235.jpg" alt="cetak foto" width="240" height="188" />Banyak orang bertanya-tanya, berapa kali berapa ukuran kertas / bidang / canvas untuk dicetak menjadi sebuah foto ? Tentu saja hal ini berhubungan erat dengan proses edit gambar baik lewat program Adobe Photoshop ataupun program lainnya.</p>
<p>Karena gambar ini akan dicetak dalam kualitas foto, maka resolusi gambar sebaiknya diset minimal ke 300 dpi agar gambar terlihat lebih halus dan baik.</p>
<p>Berikut ini adalah ukuran kertas / canvas dari foto cetak :</p>
<p>3R = 3,5 x 5 inchi<br />
4R = 4 x 6 inchi<br />
5R = 5 x 7 inchi<br />
8R = 8 x 10 inchi<br />
10R = 10 x 12 inchi<br />
12R = 12 x 15,5 inchi<br />
16R = 16 x 20 inchi<br />
20R = 20 x 24 inchi<br />
24R = 24 x 31,5 inchi<br />
30R = 30 x 40 inchi</p>
<p>Sedangkan untuk ukuran cetak pas-foto, yang biasanya digunakan untuk ijasah / KTP / paspor adalah :</p>
<p>2&#215;3 = 2 x 3 cm<br />
3&#215;4 = 3 x 4 cm<br />
4&#215;6 = 4 x 6 cm<br />
5&#215;5 = 5 x 5 cm</p>
<p>Semoga informasi diatas bermanfaat buat kita semuanya. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2008/09/19/ukuran-sensor-di-kamera-digital-pengaruhi-ketajaman-foto.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ukuran sensor pada kamera digital'>Ukuran sensor pada kamera digital</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/07/18/ukuran-cetak-kertas-foto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memotret dikala senja (sunset)</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 05:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[blue hour]]></category>
		<category><![CDATA[dusk]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[golden hour]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[senja]]></category>
		<category><![CDATA[siluet]]></category>
		<category><![CDATA[sunset]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin kita semua belajar mengenai tips mendapatkan foto secara candid, sekarang saatnya kita lanjutkan pelajaran memotretnya. Yuk dikeluarkan buku catatan dan kameranya ya .. Memotret dikala senja mempunyai trik...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kemarin kita semua belajar mengenai <a href="http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/">tips mendapatkan foto secara candid</a>, sekarang saatnya kita lanjutkan pelajaran memotretnya. Yuk dikeluarkan buku catatan dan kameranya ya .. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/sunset2.jpg" alt="sunset2.jpg" width="500" /></p>
<p>Memotret dikala senja mempunyai trik dan tantangan tersendiri yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Karena waktu emas (<em>golden hour</em>) dari senja (sunset) ini teramat singkat, sekitar 1 jam sebelum matahari terbenam hingga 30 menit setelah matahari terbenam. Jadi total jendral kira-kira hanya sekitar 1,5 jam saja. Untuk acuan waktu terbenam matahari secara tepat adalah waktu adzan maghrib tiba. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> <span id="more-303"></span></p>
<p>Tripod sangat dibutuhkan untuk pemotretan dikala senja, suasana yang mulai mendekati remang-remang (tamaram) mengharuskan settingan exposure dalam posisi <em>shutter speed</em> lambat daripada biasanya. Dengan penggunaan tripod yang kokoh Anda bisa bereksprerimen dengan berbagai macam settingan yang lainnya. Misalnya menangkap pergerakan ekor cahaya dari lampu-lampu yang mulai menyala, ataupun mengabadikan pergerakan awan yang berarak-arak pelan di angkasa senja (seperti pada foto panorama sunset diatas) dengan sempurna tanpa terjadinya goncangan yang mengakibatkan foto menjadi blur (buram).</p>
<p>Hindari memasukkan bulatan matahari ke dalam frame foto Anda secara langsung. Apalagi ketika kontras cahayanya masih cukup keras (terang). Hal ini akan merusak warna-warna emas yang ada disekitarnya dan mengakibatkan foto Anda over-exposure (<em>mbulak : bahasa jawa nya</em>). Tips untuk mengakalinya adalah dengan menyembunyikan matahari dibalik bayang-bayang pohon, ataupun mengeluarkan matahari dari frame foto Anda, sehingga yang Anda abadikan adalah bias cahaya keemasannya yang menyinari subyek / obyek yang akan Anda abadikan (seperti pada contoh gambar dibawah).</p>
<p>Jangan langsung berkemas-kemas ketika matahari telah terbenam di ufuk barat, tapi abadikan juga saat-saat setelah sunset, yang biasa disebut sebagai blue hours, dimana langit mempunyai gradasi antara hitam kelam diatas kepala Anda hingga ke kuning cemerlang (orange) di ufuk barat sana. Fenomena blue hours ini hanya berlangsung kira-kira 15 menit &#8211; 30 menit saja setelah matahari terbenam, setelah itu langit akan berubah menjadi hitam kelam ataupun biru kelam secara keseluruhan. Gunakan waktu sebaik mungkin. Dapatkan foto sebanyak-banyaknya untuk nantinya dipilih mana yang terbaik dari sekian exposure yang telah diambil.</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/senja1.jpg" alt="senja1.jpg" align="left" hspace="5" width="400" />Temukanlah obyek untuk dijadikan sebagai foreground dari foto sunset Anda. Bisa berupa pohon, orang, kendaraan, gedung, rumah ataupun yang lainnya. Matikan flash kamera Anda untuk mendapatkan efek siluet dari obyek tersebut.</p>
<p>Nyalakan flash kamera Anda untuk mengisi (<em>fill-in</em>) obyek tersebut sehingga terlihat wajah / wujud asli dari obyek tersebut secara seimbang .</p>
<p>Pergunakan<em> </em><em>filter </em>Anda untuk mendapatkan efek-efek gradasi yang lebih dramatis. Seperti halnya pada foto panorama diatas, dimana sisi sebelah kiri berwarna orange cerah kemudian berangsur-angsur berubah ke biru (ungu) secara gradual ke arah sebelah kanan. Hal ini bisa Anda dapatkan juga dengan program olah digital seperti Adobe Photoshop jika Anda tidak mempunyai filter-filter yang khusus untuk mendapatkan efek tersebut.</p>
<p>Perbanyak komposisi awan (langit) dibandingkan dengan daratan didalam frame foto Anda. Langit diwaktu senja lebih menarik untuk diabadikan ketimbang daratan yang rata-rata bercorak hitam kelam karena efek siluet dari sinar matahari yang ada di depan Anda.</p>
<p>Disiplinlah ! Mengabadikan waktu senja / sunset membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang tinggi. Datanglah ke lokasi beberapa jam sebelum matahari terbenam, sehingga Anda bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat. Jangan sampai Anda direpotkan oleh ritual-ritual lainnya pada saat senja tiba. Ingat waktu Anda untuk mengabadikan sunset hanya sekitar 1 &#8211; 1,5 jam saja. Jadi, disiplinlah pada diri sendiri !</p>
<p>Semoga tips diatas berguna buat Anda semua. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan dan tips lainnya.<br />
Selamat mengabadikan waktu dikala senja dan teruslah men<em>jepret</em> lingkungan sekitar Anda &#8230; <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Source : http://www.photosecrets.com/tips.sunsets.html</em><br />
<em>Picture tribute to : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/Sunset_may_2006_panorama.jpg</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memotret secara candid</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[candid]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[long]]></category>
		<category><![CDATA[paparazzi]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[portrait]]></category>
		<category><![CDATA[shoot]]></category>
		<category><![CDATA[tele]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah request dari om nanang yang gantheng disana yang menginginkan tips untuk memotret secara candid, akhirnya kupersembahkan tips candid photography yang biasanya adalah foto jenis portrait (potret) wajah dalam...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret dikala senja (sunset)'>Tips memotret dikala senja (sunset)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/candid.jpg" alt="candid.jpg" align="left" hspace="5" />Ada sebuah request dari <a href="http://nanangs.blogdetik.com/">om nanang</a> yang gantheng <a href="http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography/">disana</a> yang menginginkan tips untuk memotret secara candid, akhirnya kupersembahkan tips <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Candid_photography"><em>candid photography</em></a> yang biasanya adalah foto jenis <em>portrait</em> (potret) wajah dalam pose <em>yang tidak biasanya</em> dan natural.</p>
<p>Salah satu kelebihan dari seni <em>photography</em> jenis ini adalah <em>human interest</em> dan <em>mood</em> yang berhasil didapatkan secara <em>candid</em> (diam-diam), semakin natural, spontan dan ekspresif foto tersebut, maka semakin tinggi nilai jualnya. Tapi alangkah baiknya Anda melakukan pendekatan secara personal terlebih dahulu sebagai adat sopan santun kita sebelum (sesudah) mengambil foto mereka secara candid jika memungkinkan.</p>
<p><em>Fotographer candid</em> rata-rata menggunakan lensa <em>zoom tele</em> (jauh) untuk mendapatkan hasil karya mereka. Dengan menggunakan lensa diatas ukuran <em>focal length</em> 70mm misalnya, maka akan diperoleh respon dari obyek lebih natural jika dibandingkan dengan lensa <em>wide</em> (28mm misal). Karena sang <em>fotographer</em> dan obyek yang akan diabadikan terdapat jarak aman serta berada diluar zona privasi dari si obyek.</p>
<p>Hampir sebagian besar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paparazzi"><em>paparazzi</em></a> menggunakan lensa <em>tele</em> super panjang untuk bisa menangkap sasaran obyek yang jauh disana tanpa sepengetahuan mereka secara <em>candid</em> juga. Tapi tolong dibedakan antara foto candid yang diambil oleh paparazi dengan foto candid yang dilakukan secara spontan dan secara terbuka (sepengetahuan obyek).<span id="more-301"></span></p>
<p>Bawa selalu kamera Anda dan dalam kondisi siap sedia. Itulah kunci utama untuk bisa mendapatkan foto <em>candid</em> dan momen-momen yang tidak terduga secara spontan. Kamera poket ataupun kamera handphone disini mempunyai nilai lebih jika dibandingkan dengan kamera jenis SLR yang rata-rata berukuran <em>jumbo</em>. Karena kepraktisan didalam hal akomodasi tersebut, maka momen yang terjadi sekilas langsung bisa diabadikan secara instan dengan kamera jenis <em>point and shoot</em> itu.</p>
<p>Matikan <em>flash</em> dari kamera Anda agar tidak mengganggu privasi dari orang tersebut. Pergunakan cahaya alami (dari matahari / sinar lampu yang ada) untuk mendapatkan suasana sesungguhnya dari foto candid Anda.</p>
<p>Pergunakanlah <em>serial-shooting</em> yang ada di kamera Anda jika memungkinkan untuk mendapatkan ekspresi wajah yang tidak terduga dari rentetan sebuah kejadian. Kamera SLR rata-rata mempunyai <em>continous-shoot</em> sebanyak 3 frame keatas dalam satu detiknya. Coba check apakah dikamera Anda mempunyai fasilitas ini, dan pergunakanlah fitur ini untuk hasil yang maksimal.</p>
<p>Carilah posisi yang strategis termasuk posisi latar belakang yang pas untuk foto yang akan Anda ambil secara candid. Hal ini guna mendukung cerita dari foto tersebut. Jika memungkinkan, ikut sertakan pula suasana disekitarnya dalam frame foto Anda.</p>
<p>Jangan lupa untuk mengabadikan orang berikut dengan aktifitas mereka. Foto tukang sapu jalanan akan lebih bercerita ketika dia sedang menyapu trotoar di pinggir jalan, begitu juga halnya foto seorang pengemis yang meminta-minta di perempatan jalan pun akan bercerita lebih jika kita ikut sertakan hiruk pikuk kemacetan lalu lintas disekitarnya. Hal ini akan menambah nilai dari cerita foto tersebut.</p>
<p>Belajarlah untuk memotret pada posisi-posisi sulit dan tidak semestinya, misalnya memotret setinggi pinggang Anda atau memotret melalui balik saku jaket secara cepat dan akurat. Nilai lebih dari foto candid adalah ekspresi dari obyek yang kita abadikan. Semakin <em>natural</em> dan <em>nyaman</em> ekspresi mereka ketika kita ambil gambarnya, maka semakin bagus nilai foto tersebut. Foto yang diambil dari sudut pandang yang tidak wajar ini juga mempunyai nilai tambah lainnya. Berlatihlah terus dengan posisi-posisi sukar lainnya.</p>
<p>Pergunakan frame alami yang ada disekitar kejadian. Bahu orang yang sedang berjalan, cabang ranting pohon, celah dari kursi atau meja. Sehingga seolah-olah kita tidak sedang mengambil foto orang yang kita tuju. Hal ini tentu saja akan lebih mudah jika Anda menggunakan lensa tele yang jauh.</p>
<p>Selamat mencoba, dan semoga tips diatas bermanfaat buat kita semua. Sampai jumpa di tips-tips yang lainnya. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Source : http://digital-photography-school.com/11-tips-for-better-candid-photography<br />
Picture tribute to : http://image.guardian.co.uk/sys-images/Arts/Arts_/gallery/2006/07/26/ShockJillGgallery.jpg<br />
</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret dikala senja (sunset)'>Tips memotret dikala senja (sunset)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</title>
		<link>http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 04:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[landscape]]></category>
		<category><![CDATA[night shoot]]></category>
		<category><![CDATA[photografi]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography/</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya sudah menjadi hal yang wajib bagi setiap orang berpergian (travelling) selalu mengabadikan dirinya ataupun keluarganya dengan latar belakang tempat-tempat yang mereka kunjungi. Baik menggunakan sarana kamera handphone, kamera saku,...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret dikala senja (sunset)'>Tips memotret dikala senja (sunset)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/tangkuban-perahu.jpg" alt="tangkuban-perahu.jpg" hspace="5" align="left" />Sepertinya sudah menjadi hal yang wajib bagi setiap orang berpergian (<em>travelling</em>) selalu mengabadikan dirinya ataupun keluarganya dengan latar belakang tempat-tempat yang mereka kunjungi. Baik menggunakan sarana kamera handphone, kamera saku, kamera SLR ataupun dengan menyewa jasa <em>foto-keliling</em> yang bertebaran hampir disemua lokasi-lokasi wisata yang terkenal.</p>
<p>Kunci utama didalam <strong>travelling photography</strong> adalah membuat hasil foto tersebut dapat dimengerti dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, alias tidak untuk dinikmati sendiri oleh si pengambil gambar (tukang foto).</p>
<p>Usahakan untuk menangkap mood dan budaya dari tempat-tempat yang Anda kunjungi. Dan jika Anda beruntung, Anda bisa menjual foto hasil perjalanan ini ke orang lain. Sungguh menyenangkan pastinya. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut ini tips-tips jitu didalam <em>travelling photography</em> :</p>
<p><span id="more-295"></span></p>
<p><strong>Foto pemandangan (<em>landscape</em>) </strong>sangat mudah untuk diabadikan, karena obyeknya yang selalu diam dan kita pun bisa mengambil dari sudut pandang dari manapun untuk membuat foto kita berbeda dari biasanya. Perhatikan exposure yang akan diambil, usahakan mengambil beberapa buat exposure (<em>bracketing</em>) sehingga nantinya bisa dipilih <em>exposure</em> mana yang terbaik. Anda pasti tidak ingin kembali ke tempat itu untuk mengambil foto yang sama lagi bukan ? Capture dalam bentuk RAW apabila memungkinkan di settingan kamera Anda.</p>
<p>Foto <strong>pemandangan malam hari</strong> sungguh mengagumkan siapa saja yang melihatnya. Apalagi jika kontras warna yang dihasilkan bisa detail dan cerah. Gunakanlah tripod untuk hasil yang tajam dan shutter speed yang lebih lama (lambat) untuk mengabadikan ekor cahaya dari lampu-lampu kendaraan yang berkelebatan.</p>
<p>Awali hari perjalanan Anda <strong>sebelum terbitnya matahari </strong>di ufuk timur. Karena beberapa saat sebelum matahari terbit secara sempurna, warna-warna yang ada begitu indah dan mengagumkan untuk diabadikan. Gradasi dari warna kuning, orange cemerlang dengan warna biru dan hitam legam malam di ufuk timur sana pasti tidak akan Anda lewatkan begitu saja khan ?</p>
<p>Jangan lupa pula untuk <strong>mengabadikan berbagai jenis makanan</strong> khas dari daerah tempat Anda berwisata. Rujak cingur, Sate Ayam, Gudeg Jogja ataupun Coto Makassar yang disajikan dari tempat asalnya pasti akan berbeda situasi dan suasananya dengan yang ada direstoran di kota-kota besar. Jika memungkinkan, abadikan juga proses pada saat persiapan dan cara penyajian dari makanan khas tersebut, berikut dengan tungku dan jelaganya yang menghitam pasti lebih bercerita banyak kepada orang lain.</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/05/dsc00723.jpg" alt="dsc00723.jpg" hspace="5" width="300" align="right" />Buat<strong> foto yang benar-benar unik,</strong> lain daripada yang lain terhadap obyek yang sering diabadikan. Coba ambil sudut lebih kebawah (<em>frog view</em>) ataupun sudut yang ekstreem diatas (<em>bird view</em>) untuk memberikan kesan yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>Foto perjalanan belumlah lengkap jika kita belum <strong>mendapatkan ciri khas</strong> dari tempat tersebut. Jam Gadang di kota Bukittinggi, Tugu Monas di Jakarta, Jembatan Merah di Surabaya ataupun gerbang selamat datang di masing-masing kota pasti bisa bercerita lebih banyak. Jangan lupa untuk mengabadikan ciri-ciri khas dari tempat Anda berkunjung sekecil apapun itu.</p>
<p><strong>Abadikan pula orang-orang disekitar</strong> tempat Anda berwisata, lengkap dengan pakaian sehari-hari mereka ataupun dengan aksesoris-aksesorisnya. Karena masing-masing lokasi pasti mempunyai ciri khasnya tersendiri, dan itupun tidak setiap hari kita bisa menemuinya ditempat lain.</p>
<p>Ketika berbelanja oleh-oleh, jangan lupa untuk <strong>mengabadikan pernak-pernik</strong> ataupun makanan yang mereka jual. Abadikan juga lokasi sekitar dimana Anda berbelanja. Siapa tahu ada rekan ataupun saudara yang tertarik untuk membeli oleh-oleh yang Anda beli suatu saat nanti ketika berkunjung ke tempat itu.</p>
<p>Satu hal yang perlu dilakukan, begitu sampai dirumah selepas perjalanan, <strong>langsung buat backup</strong> terhadap semua foto-foto yang telah diambil (semisalnya diambil dalam format digital). Beri nama dan keterangan yang jelas dari masing-masing foto yang ada, jangan biarkan nama file tersebut tetap dalam nama default dari kamera Anda. Nama file &#8220;Foto keluarga di air terjun.jpg&#8221; akan lebih mempunyai arti daripada &#8220;IMG_010181.jpg&#8221;, bukan ?</p>
<p>Semoga travelling Anda yang akan datang akan menghasilkan foto-foto yang lebih keren lagi. <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Source : dari berbagai sumber. </em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret dikala senja (sunset)'>Tips memotret dikala senja (sunset)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>14 Tips memotret landscape</title>
		<link>http://munjalindra.com/2008/12/10/14-tips-memotret-landscape.html</link>
		<comments>http://munjalindra.com/2008/12/10/14-tips-memotret-landscape.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 03:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[fotografer.net]]></category>
		<category><![CDATA[landscape]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[yadi yasin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2008/12/10/14-tips-memotret-landscape/</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa tips jitu yang ditulis di fotografer.net sana oleh maestro landscape Yadi Yasin, tentang bagaimana cara mengimprovisasi foto landscape dengan &#8216;baik dan benar&#8217;. Berikut ini 14 tips dari beliau...


Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa tips jitu yang <a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3193707334">ditulis di fotografer.net sana</a> oleh maestro landscape <a href="http://yadiyasin.fotografer.net/">Yadi Yasin</a>, tentang bagaimana cara mengimprovisasi foto landscape dengan &#8216;baik dan benar&#8217;. Berikut ini 14 tips dari beliau untuk kita pelajari bersama-sama.</p>
<p><strong>1. Maksimalkan Depth of Field (DoF)</strong></p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707335.jpg" alt="3193707335.jpg" align="left" hspace="5" />Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah &#8220;tajam dari ujung kaki sampai ke ujung horizon&#8221;. Konsep dasar teori &#8220;oldies&#8221; ini menyatakan bahwa sebuah foto landscape selayaknya sebanyak mungkin semua bagian dari foto adalah focus (tajam). Untuk mendapatkan ketajaman lebar atau dgn kata lain bidang depth of focus (DOF) yang selebar2nya, bisa menggunakan apperture (bukaan diafragma) yang sekecil mungkin (f number besar), misalnya f14, f16, f18, f22, f32, dst.<br />
Tentu saja dgn semakin kecilnya apperture, berarti semakin lamanya exposure.</p>
<p>Karena keterbatasan lensa (yang tidak mampu mencapai f32 dan/atau f64) atau posisi spot di mana kita berdiri tidak mendukung, sebuah pendekatan lain bisa kita gunakan, yaitu teori hyper-focal, untuk mendapatkan bidang fokus yang &#8220;optimal&#8221; sesuai dgn scene yang kita hadapi. Inti dari jarak hyper-focal adalah meletakan titik focus pada posisi yang tepat untuk mendapatkan bidang focus yg seluas-luasnya yg dimungkinkan sehingga akan tajam dari FG hingga ke BG.<span id="more-244"></span></p>
<p>Dengan DoF lebar, akibat penggunaan f/20 dan pengaplikasian hyper-focal distance untuk menentukan focus.</p>
<p><strong>2. Gunakan tripod dan cable release</strong></p>
<p>Dari #1 diatas, akibat dari semakin lebarnya DOF yang berakibat semakin lamanya exposure, dibutuhkan tripod untuk long exposure untuk menjamin agar foto yang dihasilkan tajam. Cable release juga akan sangat membantu. Jika kamera memiliki fasilitas untuk mirror-lock up, maka fasilitas itu bisa juga digunakan untuk menghindari micro-shake akibat dari hentakkan mirror saat awal.</p>
<p><strong>3. Carilah Focal point atau titik focus</strong></p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707339.jpg" alt="3193707339.jpg" align="right" hspace="5" width="300" />Titik focus disini bukanlah titik dimana focus dari kamera diletakkan, tapi lebih merupakan titik dimana mata akan pertama kali tertuju (eye-contact) saat melihat foto.<br />
Hampir semua foto yang &#8220;baik&#8221; mempunyai focal point, atau titik focus atau lebih sering secara salah kaprah disebut POI (Point of Interest). Sebetulnya justru sebuah landscape photography membutuhkan sebuah focal point untuk menarik mata berhenti sesaat sebelum mata mulai mengexplore detail keseluruhan foto. Focal point tidak mesti harus menjadi POI dari sebuah foto.<br />
Sebuah foto yang tanpa focal point, akan membuat mata &#8220;wandering&#8221; tanpa sempat berhenti, yang mengakibatkan kehilangan ketertarikan pada sebah foto landscape. Sering foto seperti itu disebut datar (bland) saja.<br />
Focal point bisa berupa berupa bangunan (yg kecil atau unik diantara dataran kosong), pohon (yg berdiri sendiri), batu (atau sekumpulan batu), orang atau binatang, atau siluet bentuk yg kontrast dgn BG, dst.</p>
<p>Peletakan dimana focal point juga kadang sangat berpengaruh, disini aturan &#8220;oldies&#8221; Rule of Third bermain.</p>
<p>Pada contoh foto disamping, focal point adalah org berpayung yang berbaju merah</p>
<p><strong>4. Carilah Foreground (FG)</strong></p>
<p>Foreground bisa menjadi focal point bahkan menjadi POI (Point of Interest) dalam foto landscape anda.<br />
Oleh sebab itu carilah sebuah FG yang kuat. Kadang sebuah FG yang baik menentukan &#8220;sukses&#8221; tidaknya sebuah foto landscape, terlepas dari bagaimanapun dasyatnya langit saat itu.<br />
Sebuah object atau pattern di FG bisa membuat &#8220;sense of scale&#8221; dr foto landscape kita.</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707350.jpg" alt="3193707350.jpg" align="left" hspace="5" width="300" /><strong>5. Pilih langit atau daratan</strong></p>
<p>Langit yang berawan bergelora, apalagi pada saat sunset atau sunrise, akan membuat foto kita menarik, tapi kita tetap harus memilih apakah kita akan membuat foto kita sebagian besar terdiri dari langit dgn meletakan horizon sedikit dibawah, atau sebagian besar daratan dgn meletakkan horizon sedikit dibagian atas.<br />
Seberapa bagus pun daratan dan langit yang kita temui/hadapi saat memotret, membagi 2 sama bagian antara langit yang dramatis dan daratan/FG yang menarik akan membuat foto landscape menjadi tidak focus, krn kedua bagian tersebut sama bagusnya.</p>
<p>Komposisi dgn menggunakan prisip &#8220;oldies&#8221; Rule of Third akan sangat membantu. Letakkan garis horizon, di 1/3 bagian atas kalau kita ingin menonjolkan (emphasize) FG nya, atau letakkan horizon di 1/3 bagian bawah, kalau kita ingin menonjolkan langitnya.</p>
<p>Tentu saja hukum &#8220;Rule of Third&#8221; bisa dilanggar, andai pelanggaran itu justru memperkuat focal point dan bukan sebaliknya. Juga tidak selalu dead center adalah jelek.</p>
<p><strong>6. Carilah Garis/Lines/Pattern</strong></p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707354.jpg" alt="3193707354.jpg" align="right" hspace="5" width="200" />Sebuah garis atau pattern bisa membuat/menjadi focal yang akan menggiring mata untuk lebih jauh mengexplore foto landscape anda. Kadang leading lines atau pattern tersebut bahkan bisa menjadi POI dari foto tersebut.<br />
Garis-garis, juga bisa memberikan sense of scale atau image depth (kedalaman ruang).<br />
Garis atau pattern bisa berupa apa saja, deretan pohon, bayangan, garis jalan,tangga, dst.</p>
<p><strong>7. Capture moment &amp; movement</strong></p>
<p>Sebuah foto Landcsape tidak berarti kita hanya menangkap (capture) langit, bumi atau gunung, tapi semua elemen alam, baik itu diam atau bergerak seperti air terjun, aliran sungai, pohon2 yang bergerak, pergerakan awan, dst, dapat menjadikan sebuah foto landscape yang menarik.<br />
Sebuah foto landscape tidak harus mengambarkan sebuah pemandangan luas, seluas luasnya, tapi sebuah isolasi detail, baik object yang statis maupun yg secara dinamis bergerak, bisa menjadi sebuah subject dari sebuah foto landscape. Untuk itu lihat Rule #13.</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707357.jpg" alt="3193707357.jpg" align="left" hspace="5" width="300" /><strong>8. Bekerja sama dengan alam atau cuaca</strong></p>
<p>Sebuah scene dapat dengan cepat sekali berubah. Oleh sebab itu menentukan kapan saat terbaik untuk memotret adalah sangat penting. Kadang kesempatan mendapat scene terbaik justru bukan pada saat cuaca cerah langit biru, tapi justru pada saat akan hujan atau badai atau setelah hujan atau badai, dimana langit dan awan akan sangat dramatis.</p>
<p>Selain kesabaran dalam &#8220;menunggu&#8221; moment, kesiapan dalam setting peralatan dan kejelian dalam mencari object dan Focal Point seperti awan, ROL (ray of light), pelangi, kabut, dll.</p>
<p><strong>9. Golden Hours &amp; Blue hours</strong></p>
<p>Pada normal colour landscape photography, saat terbaik biasanya adalah saat sekitar (sebelum) matahari terbenam (sunset) atau setelah matahari terbit (sunrise).<br />
Golden hours adalah saat, biasanya 1-2 jam sebelum matahari terbenam (sunset) hingga 30 menit sebelum matahari terbenam, dan 1-3 jam sejak matahari terbit, dimana &#8220;golden light&#8221; atau sinar matahari akan membuat warna keemasaan pada object.<br />
Selain itu, saat golden hours juga akan membuat bayangan pada oject, baik itu pohon, atau orang menjadi panjang dan bisa menjadi leading lines spt yg disebutkan pada #6 diatas. <img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707361.jpg" alt="3193707361.jpg" align="right" hspace="5" width="300" /><br />
Jika kita memotret pada saat golden hours sudah lewat, atau pada saat matahari sudah terik, biasanya hasilnya akan flat atau harsh lightingnya krn matahari sudah jauh diatas.</p>
<p>Ini berlawananan dgn IR landscape photography yg tidak mengenal golden hours, dimana saat terbaik justru pada saat tengah teriknya matahari.</p>
<p>Blue hours adalah beberapa saat, biasanya hingga 20-30 menit setelah matahari terbenam (sunset), dimana matahari sudah tebenam, tapi langit belum gelap hitam pekat. Pada saat ini langit akan berwarna biru.</p>
<p>Jadi adalah kurang tepat, bahwa pada saat matahari sudah terbenam dan langit mulai gelap (oleh mata kita), kita langsung mengemas/beres2 gear/tripod kita. Justru pada saat ini kita bisa mendapatkan sebuah scene yang bagus dimana langit akan berwarna biru dan tidak hitam pekat. Biasanya dgn long exposure, awan pun (walau kalau kita lihat dgn mata telanjang sdh tidak tampak) masih akan terlihat jelas dan memberikan texture pada langit biru.</p>
<p><strong>10. Cek Horizon</strong></p>
<p>Walaupun sekarang dgn mudah kesalahan ini dapat di koreksi dgn image editor tapi saya masih berkeyakinan &#8220;get it right the first time&#8221; akan lebih optimal.<br />
Ada 2 hal terakhir saat sebelum kita menekan shutter:<br />
- Apakah horizonya sudah lurus, ada beberapa cara untuk bisa mendapatkan horion lurus saat eksekusi di lapangan, lihat Rule #12<br />
<img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707366.jpg" alt="3193707366.jpg" align="right" hspace="5" width="300" /><br />
- Apakah horizon sdh di komposisikan dgn baik, lihat #5 untuk pengaplikasian Rule of third. Peraturan/rule kadang dibuat untuk dilangar, tapi jika scene yang akan kita buat tidak cukup kuat (strong) elementnya, biasanya Rule of Third akan sangat membantu membuat komposisi menjadi lebih baik. Memang dgn croping nantinya di software pengolah gambar, kita bisa memperbaikinya. Tapi kalau tidak dgn terpaksa, lebih baik pada saat eksekusi kita sudah menempatkan horizon pada posisi yang sebaiknya.</p>
<p>Contoh foto disamping adalah salah satu dr foto yang saya ambil amannya (save) untuk posisi horizon pada saat eksekusi. Oleh krn itu horizon saya letakkan pas ditengah saja, dgn harapan pada saat itu, saya bisa melakukan cropping nantinya (baik dicrop bagian atas atau pun bagian bawah).</p>
<p><strong>11. Ubah sudut pandang/angle/view anda</strong></p>
<p>Kadang kita terpaku dgn sudut pandang atau angle yang umum kita lakukan, atau mungkin kalau kita mengunjungi suatu tempat yang sering kita lihat fotonya baik itu dimajalah atau website seperti di FN ini, kita menjadi &#8220;latah&#8221; dan memotret dgn angle yang sama.<br />
Banyak cara untuk mendapatkan fresh point of view. Tidak selamanya &#8220;eye-level angle&#8221; (posisi normal saat kita berdiri) dalam memotret itu yang terbaik. Coba dgn high-angle (kamera diangkat diatas kepala), waist-level angle, low level, dst, coba berbagai format horizontal dan/atau vertikal.</p>
<p>Atau mencoba mencari spot atau titik berdiri yang berbeda atau tempat yang berbeda, misalnya dari atas pohon (ada memang fotografer senior yang saya kenal yang senang memanjat pohon untuk utk mendapatkan view yg berbeda, dan hasilnya memang berbeda dan unik), atau mencoba berdiri lebih ketepi jurang, atau bahkan tiduran ditanah&#8230; tentu saja dgn lebih mengutamakan keselamatan anda sendiri sbg faktor yang lebih utama dan menghitung resiko yang mungkin didapatkan.</p>
<p>Satu hal yang harus dipahami, mencoba dengan sudut pandang yang berbeda tidak selalu otomatis gambar kita akan lebih bagus atau lebih baik, tapi begitu sekali anda mendapatkan yang lebih bagus, dijamin pasti berbeda dgn yang lain.<br />
Dengan sering ber-experimen dgn berbagai angle, lama-kelamaan insting anda akan terlatih saat berada di lapangan untuk mendapatkan tidak hanya angle yang bagus, tapi juga berbeda.<br />
Jangan memotret berulang2 pada satu titik/spot. Cobalah untuk bergeser beberapa meter kesamping atau kedepan, atau bahkan berjalan jauh.<br />
Juga sesekali coba untuk menoleh kebelakang untuk melihat, kadang bisa mendapatkan angle yang menarik dan berbeda.<br />
3-5 exposure/jepretan pada satu titik dan &#8220;move on, change spot, change orientation (landscape &lt;-&gt; portrait), look back, change lenses&#8221;.</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707367.jpg" alt="3193707367.jpg" align="left" hspace="5" width="300" />Terutama jika anda sering travelling, baik itu ke tempat yang sudah umum atau ke tempat yang jarang di kunjungi fotografer. Ada kalanya kita ada pada suatu spot dimana foto dari lokasi itu sudah merupakan lokasi &#8220;sejuta umat&#8221; dimana ratusan bahkan ribuan fotografer pernah memotret di spot yg sama dan menghasilkan foto yang mirip atau beda-beda tipis.<br />
Gunakan foto-foto yang sering anda lihat tersebut sebagai referensi, pelajari dan aplikasikan tekniknya dan coba menemukan sesuatu yang berbeda. Make a difference.</p>
<p>Kalau tidak keberatan tiduran sejenak di aspal.</p>
<p><strong>12. Pergunakan peralatan bantu</strong></p>
<p>Penggunaan beberapa peralatan bantu dibawah akan sangat membantu untuk mendapatkan foto landscape yang lebih baik.<br />
- CPL filter<br />
- ND filter<br />
- Graduated ND filter, lihat disitu ttg <a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=939842&amp;p=1">Graduated Natural Density (Grad ND): What, How, &amp; When</a><br />
- Graduated color filter<br />
- Bubble level jika tdk ada grid pada view finder atau gunakan focusing screen dgn grid, sangat membantu untuk mencapai levelnya horizon</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707371.jpg" alt="3193707371.jpg" align="left" hspace="5" width="300" />Memang dgn semakin mudahnya penggunaan software dan semakin canggihnya feature software pengolah gambar untuk memperbaiki/koreksi kesalahan pada saat eksekusi yang bisa mengatasi kesalahan exposure atau kemiringan horizon, penggunaan alat2 tersebut diatas kadang terasa kurang diperlukan, tapi umumnya &#8220;get it right the first time&#8221; akan bisa menghasilkan foto yang lebih baik dan natural, dibandingkan kalau foto itu harus dipermak habis-habisan nanti hanya agar bisa tampak &#8220;baik&#8221;.<br />
Jika sudah melakukan segalanya dgn baik dan benar, akan lebih terbuka luas lagi kemungkinannya untuk mengolahnya dgn lebih sempurna nantinya.</p>
<p><strong>13. Lensa yang dipergunakan</strong></p>
<p>Kadang sering ada asumsi bahwa sebuah foto landscape itu harus menggunakan lensa yang selebar mungkin. Tapi dalam membuat sebuah foto landscape, semua lensa dapat dipergunakan, dari lensa super wide (14mm, 16mm, dst), wide (20mm &#8211; 35m), medium, (50mm &#8211; 85mm), hingga tele/super tele (100mm &#8211; 600mm). Semua range lensa bisa dan dapat dipergunakan.<br />
Semua itu tergantung atas kebutuhan dan scene yang kita hadapi. Lensa wide/super wide kadang dibutuhkan jika kita ingin merangkum sebuah scene seluas-luasnya dgn memasukan object yang banyak atau yang berjauhan atau ingin mendapatkan perspektif yg unik.Tapi kadang sebuah tele bisa digunakan untuk mengisolasi scene sehingga lebih un-cluttered, simple dan focus.<br />
Jika tiba pada suatu lokasi/spot, usahakan mencoba dgn semua lensa yang anda bawa. Jangan terpaku pada satu lensa dan memotret berulang-ulang.<img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2008/12/3193707372.jpg" alt="3193707372.jpg" align="right" hspace="5" width="300" /><br />
Kadang diperlukan kejelian, untuk melihat dan mencari suatu bentuk unik atau pattern dari luasnya sebuah scene landscape, sehingga kita dapat meng-isolasi dgn menggunakan lensa yang tepat. Hanya dengan sering memotret dan menghadapi berbagai scene di berbagai kondisi yang dapat mengasah insting anda, baik itu object apa yang harus dicari ataupun lensa apa yg harus dipergunakan.</p>
<p>Penggunaan lensa yg tidak standard seperti fish-eye (baik itu yang diagonal maupun yang full-circular) bisa juga mendapatkan view yang menarik, tentu dgn pengunaan pada saat yang tepat. Tidak selalu penggunaan fish-eye menghasilkan foto yg &#8220;bagus&#8221; walau memang berbeda.</p>
<p><strong>14. Persiapkan diri dan sesuaikan peralatan</strong></p>
<p>Walau ini tidak berhubungan langsung, tapi kadang sangat menentukan. Sering kali kita membutuhkan research atau tanya dulu kiri kanan, baik itu dgn googling atau bertanya dgn fotografer yang sudah pernah kesana ke satu lokasi sebelumnya, terutama jika mengunjungi tempat yang berbeda jauh iklim maupun cuacanya, krn itu akan menentukan kesiapan kita baik fisik maupun peralatan yang harus dibawa, baik itu peralatan fotografi maupun peralatan penunjang.</p>
<p>Cek ulang dan test semua camera dan lensa yang akan dibawa.<br />
Akan lebih baik kalau semua perlataan yang akan dibawa dalam keadaan bersih, baik itu lensanya, filter2 maupun kamera (sensor) nya.</p>
<p>Membawa semua lensa yang kita punya kadang tidak bijaksana. Mungkin suatu trip hanya membutuhkan satu atau dua lensa saja, atau justru membutuhkan lebih dr itu krn kita sudah mempunyai gambaran atau informasi atau trip tersebut merupakan pengulangan trip yg sudah pernah dilakukan.</p>
<p>Mengetahui alam dan lingkungan dan adat (jika ada penduduknya) dari lokasi pemotretan juga akan sangat membantu.<br />
Bahkan kadang dgn membawa peta (atau mungkin GPS) akan membantu kita menemukan suatu tempat atau spot, khususnya bila kita hunting di daerah ayng tidak ketahui atau lokasi yang kita tidak hapal.</p>
<p>Kesiapan diri dan peralatan akan menentukan apakah photo trip kita berhasil atau tidak.</p>
<p>Hal lain yang tidak kalah penting adalah melindung seluruh peralatan yang anda bawa selama photo trip/hunting, baik itu hanya day-trip, overnight trip atau trip berhari-hari bahkan berminggu-minggu.<br />
Sebelum berangkat, pastikan anda memilki check-list perlaatan apa saja yg anda bawa. Catat juga semua model dan serial numbernya.<br />
Untuk kiat-kiat melindungi peralatan/gear anda, silahkan baca <a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=254392">Lindungi peralatan anda saat travelling</a>.</p>
<p><strong>Catatan dari Yadi Yasin :</strong></p>
<blockquote><p><em>Berhubung semua foto-foto yg dipergunakan sebagai contoh adalah foto sendiri, data EXIF masih intact, silahkan dilihat dr diafragma, speed, exposure time dan focal lenght yang dipergunakan.<br />
Juga semua foto yg ditampilkan tanpa burning, dodging, layering, tanpa pengurangan atau penambahan unsur foto lain atau manipulasi lain, hanya adjust contrast, kadang adjust saturasi/tone/curve atau ubah bw/sepia. </em></p>
<p><em>Oh ya&#8230; banyak contoh2 foto diatas yang merupakan foto2 lama yang menggunakan kamera &#8220;lawas&#8221; yg tidak butuh UHU <img src="http://www.fotografer.net/images/icon7/71.gif" alt="hee hee" border="0" height="18" width="18" /> , hanya untuk sekedar contoh bahwa dengan pengaplikasian tips-tips diatas lebih akan menentukan hasil dari pada ditentukan dgn kamera apa (bahkan merek apa) yang digunakan.</em></p>
<p><em>Sekali lagi terima kasih, dan mohon maaf kalau teori dan penjelasan yg saya pergunakan sudah usang, oldies dan katrok <img src="http://www.fotografer.net/images/icon7/1.gif" alt="happy" border="0" height="18" width="18" /></em></p>
<p><em>Kalau ada kekurangan atau tambahan silahkan ditambahkan, dan juga kalau ada kesalahan atau penerapan yang lebih terkini silahkan di bahas.</em></p></blockquote>
<p>Benar-benar sebuah artikel yang menawan berikut contoh-contoh karya nyata dari seorang maestro yang patut kita tiru dan contoh didalam &#8216;melukis dengan cahaya&#8217; dari sebuah landscape (pemandangan alam).</p>
<p>Yuk, moto pemandangan yukkkk &#8230; <img src='http://munjalindra.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>All Picture and article tribute to : <a href="http://yadiyasin.fotografer.net/">Yadi Yasin</a><br />
This article also shown at : <a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3193707334">Fotografer.net</a></em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)'>Tips memotret sambil berwisata (travelling photography)</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret secara candid'>Tips memotret secara candid</a></li>
<li><a href='http://munjalindra.com/2009/11/13/tips-memotret-anak-kecil-secara-natural.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips memotret anak kecil secara natural'>Tips memotret anak kecil secara natural</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munjalindra.com/2008/12/10/14-tips-memotret-landscape.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

